Setiap Tahun, 2.000 Kukang Jawa Dijual di Medsos

Kompas.com - 03/02/2019, 08:38 WIB
Kukang (Nyecticebus coucang) yang dilepasliarkan oleh Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh bersamaan dengan satwa dilindungi lainnya, siamang (Symphalangus syndactylus) di hutan di Kabupaten Aceh Jaya, Jumat (6/7/2018). Dua jenis satwa dilindungi yang disita dari warga itu telah direhabilitasi di BKSDA Aceh hingga siap untuk dilepasliarkan kembali ke hutan habitatnya.KOMPAS.com/RAJA UMAR Kukang (Nyecticebus coucang) yang dilepasliarkan oleh Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh bersamaan dengan satwa dilindungi lainnya, siamang (Symphalangus syndactylus) di hutan di Kabupaten Aceh Jaya, Jumat (6/7/2018). Dua jenis satwa dilindungi yang disita dari warga itu telah direhabilitasi di BKSDA Aceh hingga siap untuk dilepasliarkan kembali ke hutan habitatnya.

CIAMIS, KOMPAS.com - Data International Animal Rescue (IAR) Indonesia menyebutkan, ada 1.000 sampai 2.000 ekor primata jenis Kukang Jawa yang diperjualbelikan di media sosial setiap tahunnya. Kukang banyak diperjual belikan di Facebook.

"Pantauan sebelumnya, Kukang yang dipelihara ada 300 lebih setahun. Untuk yang diijual secara online 1.000 sampai 2.000, itu data tahun 2016," jelas Perwakilan IAR Indonesia, Agung Ismail saat kampanye pentingya keberadaan satwa dilindungi di Taman Hutan Kota Ciamis, Minggu (3/2/2019).

Baca juga: 76 Kukang Jawa Hasil Sitaan Polres Majalengka Siap Dilepasliarkan

Menurut Agung, Kukang Jawa dijual secara online mulai Rp 300 ribu sampai Rp 450 ribu. Ada pula yang mencapai Rp 500 ribu.


Agung mengatakan, penjualan Kukang di medsos hampir sama dengan penjualan narkoba. Pengiriman kukang, transaksi jual belinya sangat rapi.

"Sindikat, tertutup sekali," jelasnya.

Agung mengatakan, pengungkapan perburuan Kukang Jawa yang terbesar di Indonesia berhasil diungkap Polres Majalengka. Sebanyak 79 kukang berhasil diamankan dari dua tersangka.

"Ini terbesar dalam sejarah," ucapnya.

Baca juga: Seekor Kukang Dilepasliarkan Kembali Setelah Terjebak Banjir

Menurut Agung, tersangka memburu kukang di wilayah Majalengka. Kukang sebanyak 79 ekor diburu selama dua bulan.

"Diburu di perkebunan. Sebaran kukang bukan di kawasan konservasi, berdekatan dengan permukiman seperti kebun-kebun," jelasnya.

Kukang tersebut akan dikirim ke Surabaya. Menurut Agung, nantinya kukang dikirim ke Shanghai.

"Di luar negeri minat pelihara kukang tinggi. Contohnya di Jepang dan Rusia," ujar Agung.

Baca juga: 11.000 Tahun Lalu, Kukang Bertubuh Raksasa dan Diburu Manusia

Sebanyak 65 ekor kukang jawa hasil sitaan telah dilepas liarkan di Taman Wisata Alam Kareumbi Masigit dan Taman Wisata Alam Tampomas.

"10 ekor harus dievakusi, sisanya mati," kata Agung. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Regional
Begal Masuk Kampus Unand, 'Kalau Kau Teriak, Mati Kau'

Begal Masuk Kampus Unand, "Kalau Kau Teriak, Mati Kau"

Regional
PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

Regional
Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Regional
Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Regional
Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Regional
Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Regional
PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

Regional
6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Regional
Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Regional
Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Regional
Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Regional
Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Regional
Close Ads X