Warganya Terancam Buaya Ganas, Bupati Janji Perbaiki Jembatan Raie

Kompas.com - 01/02/2019, 11:02 WIB
Meski dihadang kawanan buaya raksasa, warga Pasangkayu, Sulawesi Barat, nekat bertaruh nyawa melintasi jembatan gantung saat kawanan buaya tengah lalu lalang di bawah bentangan jembatan. KOMPAS.com/JUNAEDIMeski dihadang kawanan buaya raksasa, warga Pasangkayu, Sulawesi Barat, nekat bertaruh nyawa melintasi jembatan gantung saat kawanan buaya tengah lalu lalang di bawah bentangan jembatan.

PASANGKAYU, KOMPAS.com – Setelah ramai disoroti warga dan netizen, Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa berjanji akan segera memperbaiki jembatan gantung Raie di Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Kondisi jembatan tersebut memang lapuk dan sebagian ambles hingga mengancam keselamatan warga yang melewatinya.

Warga setiap hari bertaruh nyawa melintasi jembatan tua tersebut. Kawanan buaya setiap saat berseliweran di bawah jembatan gantung. Saat banjir dan sungai meluap, buaya bisa kapan saja memangsa warga yang melewati jembatan tersebut.

Janji Bupati Agus untuk memperbaiki jembatan gantung Raie yang berada di Jalan Rusa, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Asangkayu, Pasangkayu, Sulawesi Barat, itu disampaikan kepada wartawan di kantornya, Kamis (31/1/2019) kemarin.

Agus mengatakan, sebenarnya pemerintah sudah membangun jembatan bagus di Salunggabo yang sekarang dikenal sebagai jembatan merah. Hanya saja warga tidak mau menggunakannya karena jarak terlalu jauh.

Baca juga: Ular Piton Sepanjang 5 Meter Hadang Pengguna Jalan di Pasangkayu

Namun Agus berjanji akan tetap membangun jembatan alternatif tersebut tahun ini menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Pasangkayu.

“Meski kita sudah membangun jembatan penyeberangan cukup mewah, namun pemerintah akan tetap membenahi jembata Raiye karena tetap dilalui warga,” kata Agus.

Warga Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, nekat bertaruh nyawa melintasi jembatan gantung saat kawanan buaya tengah lalu lalang di bawah bentangan jembatan.KOMPAS.com/ JUNAEDI Warga Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, nekat bertaruh nyawa melintasi jembatan gantung saat kawanan buaya tengah lalu lalang di bawah bentangan jembatan.

Sebelumnya, warga yang setiap hari menyeberangi jembatan Raie mengatakan, jembatan tua tersebut adalah sarana transportasi satu-satunya yang terdekat dan menjadi pilihan warga.

Baca juga: Terisolasi Banjir, Warga Pasangkayu Dievakuasi ke Dataran Tinggi

Jalan ini juga menjadi akses untuk mengangkut hasil pertanian dari desa ke kota. Meski sudah lapuk dan terancam ambruk, namun karena tak ada jalan alternatif terdekat, jembatan tersebut tetap dilewati warga meski membahayakan.

“Ini jalan satu-satunya yang terdekat yang bisa diakses warga menyeberangi sungai. Dulu warga menyeberang pakai perahu, setelah ada jembatan tua 7 tahun lalu, perhau hilang, jembatan tua tetap dilalui,” kata Abdul Rahman, warga setempat.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Regional
UPDATE Corona di Kepri 30 Maret: 2 Positif Covid-19 dan 5 PDP Meninggal Dunia

UPDATE Corona di Kepri 30 Maret: 2 Positif Covid-19 dan 5 PDP Meninggal Dunia

Regional
Ribuan Perantau Sumbar Pulang Kampung, Gubernur Minta Perbatasan Darat dan Laut Diperketat

Ribuan Perantau Sumbar Pulang Kampung, Gubernur Minta Perbatasan Darat dan Laut Diperketat

Regional
Fakta Ayah Bunuh Anak Tiri di Pekanbaru, Kesal karena Sering Menangis hingga Ditangkap Polisi

Fakta Ayah Bunuh Anak Tiri di Pekanbaru, Kesal karena Sering Menangis hingga Ditangkap Polisi

Regional
Anggap Sterilisasi Pelabuhan Parepare Tidak Serius, Anggota DPRD Mengamuk

Anggap Sterilisasi Pelabuhan Parepare Tidak Serius, Anggota DPRD Mengamuk

Regional
Cegah Penyebaran Virus Corona, Jam Malam Diterapkan di Mataram

Cegah Penyebaran Virus Corona, Jam Malam Diterapkan di Mataram

Regional
Pasien Positif Covid-19 Bertambah di Papua, Jumlah di Merauke Diklarifikasi

Pasien Positif Covid-19 Bertambah di Papua, Jumlah di Merauke Diklarifikasi

Regional
Kejari Karawang Gelar Sidang Online Selama Pandemi Covid-19

Kejari Karawang Gelar Sidang Online Selama Pandemi Covid-19

Regional
Selama Pandemi Corona, Warga Jateng Bakal Terima Bantuan

Selama Pandemi Corona, Warga Jateng Bakal Terima Bantuan

Regional
UPDATE: Pasien 05 Positif Covid-19 di Kepri Meninggal Dunia

UPDATE: Pasien 05 Positif Covid-19 di Kepri Meninggal Dunia

Regional
Putus Rantai Penyebaran, Perumahan Tempat Tinggal Pasien Positif Corona Diisolasi

Putus Rantai Penyebaran, Perumahan Tempat Tinggal Pasien Positif Corona Diisolasi

Regional
900 Pemudik Tiba di Kabupaten Tasikmalaya dalam Sehari, Puskesmas Perbatasan Kewalahan.....

900 Pemudik Tiba di Kabupaten Tasikmalaya dalam Sehari, Puskesmas Perbatasan Kewalahan.....

Regional
Berstatus PDP Corona, Seorang Anggota KPU di Sulut Meninggal Dunia

Berstatus PDP Corona, Seorang Anggota KPU di Sulut Meninggal Dunia

Regional
Pembatasan Jam Operasional Pusat Keramaian di Solo Diperpanjang hingga 12 April

Pembatasan Jam Operasional Pusat Keramaian di Solo Diperpanjang hingga 12 April

Regional
Alasan Gubernur Kepri Datangkan Dokter dari China: Mereka Punya Pengalaman Tangani Covid-19

Alasan Gubernur Kepri Datangkan Dokter dari China: Mereka Punya Pengalaman Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X