Anaknya Kena Pungli Rp 200.000 Saat Urus KTP, Ini Kata Gubernur Edy Rahmayadi

Kompas.com - 01/02/2019, 10:00 WIB
Mantan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kedua kiri) menyampaikan keterangan kepada pers terkait pengunduran dirinya seusai pembukaan Kongres PSSI 2019 di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019). ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANAMantan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kedua kiri) menyampaikan keterangan kepada pers terkait pengunduran dirinya seusai pembukaan Kongres PSSI 2019 di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

KOMPAS.com — Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengungkapkan kekesalannya terhadap oknum kepala desa dan camat yang melakukan pungutan liar Rp 200.000 kepada anaknya saat mengurus KTP.

Kekesalannya itu terungkap saat Edy melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Deliserdang, pada Selasa (29/1/2019).

"Anakku mau ngurus KTP nyogok. Kades paok (bodoh) itu memang. Enggak ditanyanya dulu anak siapa kau. Anakku nyogok Rp 50.000 untuk dapatkan pengantar. Trus baru Rp 150.000 untuk ke Kecamatan. Camat goblok," katanya di depan puluhan Kepala Desa di wilayah Deliserdang.

Namun, saat itu Edy tak menyebut secara detail siapa dan di mana kejadian itu terjadi. 

Baca Juga: Edy Rahmayadi Mundur dari Ketua Umum PSSI

Dilansir dari Tribunnews, Gubernur Edy juga sempat menyinggung beberapa hal terkait kinerja aparat sipil negara (ASN) di Deliserdang. 

"Sehebat apa pun gubernurnya, sehebat apa pun bupatinya kalau kadesnya haw-haw saya yakin enggak akan bisa benar tempat (Deliserdang) ini. Apalagi, kalau camatnya enggak mau tahu," kata Edy.

Beberapa kali sindiran Gubernur Edy yang terlontar justru disambut gelak tawa oleh para kepala desa. 

Baca Juga: 5 Fakta Mundurnya Edy Rahmayadi dari Ketum PSSI, Akui Kegagalan hingga Bantah Telah Berkhianat

Selain itu, Edy juga meminta para kades dan camat di Deli Serdang untuk turun ke lapangan.

"Kalian datangi warga kalian itu. Enggak akan hilang kantor kalian itu. Selesai saya ngomong, tolonglah berubah kawan," kata Edy.

Acara pertemuan dengan para kades tersebut ditutup Edy dengan bernyanyi dan menari bersama ASN.  Edy menyanyikan lagu yang dipopulerkan Bimbo berjudul "Tuhan".

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul : Anaknya Dipungli saat Urus KTP, Gubernur Edy Sebut Kades Paok Camat Goblok: Tolong Lah Berubah Kawan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Regional
Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Regional
Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Regional
Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Regional
BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Regional
Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Regional
Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Regional
Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Regional
Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Regional
Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video 'Hancurkan Risma' Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video "Hancurkan Risma" Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Regional
Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Regional
Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Regional
6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

Regional
Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Regional
Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X