Cegah Penyebaran DBD, Pemkot Manado Bentuk Tim Pemantau Jentik

Kompas.com - 01/02/2019, 08:10 WIB
Wali Kota Manado Vicky Lumentut saat diwawancarai Kompas.com di rumahnya, di Pakowa, Kecamatan Wanea, Kamis (31/01/2019). KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYWali Kota Manado Vicky Lumentut saat diwawancarai Kompas.com di rumahnya, di Pakowa, Kecamatan Wanea, Kamis (31/01/2019).

MANADO, KOMPAS.com - Kota Manado mendominasi jumlah penderita dan korban akibat penyakit demam berdarah dengue ( DBD) di Sulawesi Utara.

Sesuai laporan harian Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut, hingga Rabu (30/01/2019) sore, total penderita DBD di Kota Manado mencapai 371 orang dan 8 orang diantaranya meninggal.

Mengantisipasi masalah tersebut, Wali Kota Manado Vicky Lumentut menegaskan, pihaknya telah membentuk tim pemantau jentik di sekolah dan juga lingkungan.

"Kami sudah punya program, dan saya telah memberikan instruksi melalui sekolah-sekolah, baik TK, SD, sampai SMP, membentuk tim pemantau jentik di sekolah. Untuk SMA dan SMK kami akan berkoordinasi dengan provinsi," kata Vicky kepada Kompas.com, Kamis (31/01/2019).

Baca juga: Januari 2019, Baru 1 Kasus DBD Ditemukan di Solo

Vicky menegaskan, dirinya telah menugaskan kepala-kepala sekolah melalui kepala dinas pendidikan agar mengingatkan sekolah harus punya tim pemantau jentik.

"Tim ini yang memastikan saat para siswa masuk sekolah dan keluar sekolah tidak ada tempat atau wadah nyamuk berkembang. Juga di lingkungan kami sudah bentuk tim-tim pemantau jentik. Itu yang kita lakukan untuk mencegah DBD," jelas Vicky.

Soal DBD, lanjut dia, sejak tahun lalu pihaknya sudah ingatkan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan.

"Selain itu, kami memberikan edukasi supaya dilakukan pencegahan dengan 3M. Kami juga melakukan fogging. Tapi memang siklus lima tahunan ini tidak bisa dibendung, tidak hanya di Manado, namun di kabupaten dan kota. Bahkan tidak hanya di Sulawesi Utara, kita juga ikuti masalah ini terjadi di daerah-daerah luar Sulut," sebut Vicky.

Baca juga: Dua Orang Meninggal Dunia Akibat DBD di Riau

"Ini pengaruh perubahan cuaca, mengakibatkan perkembangan nyamuk ini. Untuk itu, mari kita bersama menjaga kebersihan lingkungan melalui 3M. Karena akar persoalan yang harus kita selesaikan yaitu jentik-jentiknya, dan yang paling ampuh yaitu menguras, menutup dan mengubur." 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Regional
2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

Regional
PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

Regional
Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Regional
Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Regional
Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Regional
Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Regional
Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Regional
Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Regional
Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

Regional
Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Regional
Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X