Ada 3 Korban Meninggal Dunia akibat Demam Berdarah di Lamongan

Kompas.com - 31/01/2019, 17:16 WIB
Ilustrasi nyamuk TacioPhilipIlustrasi nyamuk

LAMONGAN, KOMPAS.com -  Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan mencatat, hingga Rabu (30/1/2019), ada sebanyak 110 pasien yang menderita penyakit demam berdarah dalam satu bulan terakhir di wilayahnya. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia.  

"Tren penderita demam berdarah memang terus meningkat setiap hari. Dengan hingga kemarin, ada tiga pasien yang meninggal dunia di Rumah Sakit Dr Soegiri. Satu warga Sukodadi, satu warga Laren, dan satunya lagi warga Glagah," ujar Kepala Dinkes Lamongan, dr Taufik Hidayat, Kamis (31/1/2019).

Ia mengatakan, tren peningkatan kasus penderita demam berdarah sebenarnya tidak hanya terjadi di Lamongan.

Namun, juga terjadi di beberapa wilayah kabupaten/kota lain di Jawa Timur. Meski demikian, Lamongan masih belum ditetapkan dalam daerah yang masuk kejadian luar biasa (KLB).

Baca juga: Jatim Terbanyak Kasus DBD, Pemda Belum Tetapkan Status KLB

"Hanya saja, kami tetap waspada, dan tidak henti-hentinya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada akan tanda-tanda awal demam berdarah, supaya cepat dan tidak ragu membawa anggota keluarga ke puskesmas atau rumah sakit bila mendapati tanda-tanda itu," ucap dia.

Selain itu, pihak Dinkes Lamongan juga sudah membahas dampak penyakit demam berdarah yang terjadi dengan jajaran Provinsi Jawa Timur, untuk mencari solusi penanganan kasus demam berdarah yang sedang terjadi di wilayahnya.

"Dari diskusi disimpulkan, dilakukan penanggulangan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menggunakan bubuk abate dan fogging. Khusus untuk fogging, kami lakukan penambahan tim dari enam menjadi sepuluh tim," kata dia.

Tidak hanya di lingkup Dinkes, tim fogging juga dibentuk di tingkat puskesmas. Dengan harapan, fogging untuk meminimalisir bibit penyakit demam berdarah di Lamongan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.

Baca juga: Dari 1.204 Kasus DBD di Jateng, 12 Orang Meninggal Dunia

"Dengan puskesmas juga kami instruksikan untuk terus melakukan sosialisasi dan cepat tanggap, bila ada warga di sekitarnya yang dicurigai menderita demam berdarah. Kami juga sudah mewanti-wanti pihak rumah sakit, untuk meningkatkan kualitas penanganan dalam mencegah pasien agar jangan sampai meninggal dunia," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI telah merilis sepuluh Provinsi dengan kasus demam berdarah tertinggi. Dalam peringkat, Jawa Timur menempati peringkat teratas dengan 2.657 kasus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.