5 Fakta Baru Bencana di Gowa, Anjing Pelacak Kelelahan hingga Berjalan Kaki Tembus Lokasi Terisolir

Kompas.com - 31/01/2019, 14:58 WIB
Tim SAR gabungan dibantu TNI Polri berupaya membersihkan materil longsor yang menutup akses ke sejumlah titik longsoran di Kabupaten Gowa, Sulsel. Rabu, (23/1/2019). KOMPAS.com/ABDUL HAQTim SAR gabungan dibantu TNI Polri berupaya membersihkan materil longsor yang menutup akses ke sejumlah titik longsoran di Kabupaten Gowa, Sulsel. Rabu, (23/1/2019).

KOMPAS.com - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban bencana alam di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data yang diperoleh Kompas.com hingga Rabu (30/1/2019) pukul 20.00 Wita, jumlah korban jiwa dalam peristiwa longsor dan banjir di Gowa mencapai 54 korban.

Hal itu diungkapkan oleh Adnan Purichta Ichsan, Bupati Gowa sekaligus ketua tim posko induk bencana Gowa. Sulitnya medan dan cuaca buruk, menjadi kendala para petugas untuk melakukan penyisiran.

Sementara itu, para relawan terus berjuang menembus daerah bencana yang masih terisolir untuk memberikan bantuan.

Berikut ini fakta lengkap terkait bencana alam di Gowa, Sulawesi Selatan:

1. Ditengah cuaca buruk, tim SAR temukan 4 korban

Aparat TNI dan Polri berjibaku mengevekuasi jenazah korban tertimbun longsor di Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selasa, (29/1/2019).KOMPAS.com/ABDUL HAQ Aparat TNI dan Polri berjibaku mengevekuasi jenazah korban tertimbun longsor di Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selasa, (29/1/2019).

Tim SAR gabungan dibantu TNI dan Polri terus melakukan pencarian korban longsor pada Selasa (29/1/2019).

Sebelumnya, dalam pencarian di tengah cuaca buruk tersebut, empat korban berhasil ditemukan.

Tiga korban berhasil diendus oleh anjing pelacak Tim K9 Polda Sulawesi Selatan pada Senin (28/1/2019).

“Lokasi bencana tanah longsor masih terus diguyur hujan yang cukup deras. Sehingga selain menyulitkan petugas yang melakukan evakuasi. juga dapat menyebabkan pergeseran tanah yang masih labil, di samping kondisi lumpur yang cukup tebal di lokasi bencana,” kata Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, Selasa.

Baca Juga: Di Tengah Cuaca Buruk, Anjing Pelacak Temukan 3 Korban Longsor di Gowa

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Probolinggo Tak Larang Warga Gelar Lomba Saat 17 Agustus, Ini Syaratnya

Bupati Probolinggo Tak Larang Warga Gelar Lomba Saat 17 Agustus, Ini Syaratnya

Regional
'Korban dan Buaya Sempat Muncul ke Permukaan Air, Lalu Masuk Kembali dan Menghilang'

"Korban dan Buaya Sempat Muncul ke Permukaan Air, Lalu Masuk Kembali dan Menghilang"

Regional
Kebakaran Lahan di Ogan Ilir Kian Meluas, Drone Dikerahkan Awasi Pelaku Pembakaran

Kebakaran Lahan di Ogan Ilir Kian Meluas, Drone Dikerahkan Awasi Pelaku Pembakaran

Regional
Mendagri Tito: Petahana yang Tak Serius Tangani Covid-19 Tidak Usah Dipilih

Mendagri Tito: Petahana yang Tak Serius Tangani Covid-19 Tidak Usah Dipilih

Regional
Perjalanan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik, Ditangkap Tanpa Perlawanan di Kampung Halaman

Perjalanan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik, Ditangkap Tanpa Perlawanan di Kampung Halaman

Regional
Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Ngaku sejak Kecil Tertarik Lihat Orang Dibungkus Selimut

Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Ngaku sejak Kecil Tertarik Lihat Orang Dibungkus Selimut

Regional
Cerita Indriana Kebal Diejek karena Tinggal di Kandang Ayam, Ingin Sekolah dan Belikan Ibu Rumah

Cerita Indriana Kebal Diejek karena Tinggal di Kandang Ayam, Ingin Sekolah dan Belikan Ibu Rumah

Regional
2 Oknum Polisi Pengedar Narkoba Ditembak karena Melawan Saat Ditangkap

2 Oknum Polisi Pengedar Narkoba Ditembak karena Melawan Saat Ditangkap

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Haru Siswi SMK Tinggal di Bekas Kandang Ayam | Kesaksian Ibu Kehilangan Bayi di Rumah Sakit

[POPULER NUSANTARA] Cerita Haru Siswi SMK Tinggal di Bekas Kandang Ayam | Kesaksian Ibu Kehilangan Bayi di Rumah Sakit

Regional
Cerita Nurul, Ibu Hamil yang Didorong Begal hingga Jatuh dari Motor

Cerita Nurul, Ibu Hamil yang Didorong Begal hingga Jatuh dari Motor

Regional
Saat Buronan Narkoba Dilindungi, Petugas BNNK Dipukuli dan Mobil Digulingkan Secara Anarki

Saat Buronan Narkoba Dilindungi, Petugas BNNK Dipukuli dan Mobil Digulingkan Secara Anarki

Regional
Ini Penyebab Sopir Ambulans Mengantar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Ini Penyebab Sopir Ambulans Mengantar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Guru Ngaji Diduga Cabuli Muridnya, Polisi: Masih Didalami karena Tidak Ada Saksi

Guru Ngaji Diduga Cabuli Muridnya, Polisi: Masih Didalami karena Tidak Ada Saksi

Regional
Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Regional
Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X