5 Fakta Luncuran Lava Pijar Merapi, 3 Desa Terkena Hujan Abu hingga Munculnya "Wedhus Gembel"

Kompas.com - 31/01/2019, 14:00 WIB
Petugas memantau aktivitas kondisi Gunung Merapi pasca kenaikan status dari normal menjadi waspada dengan radio komunikasi di kawasan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (22/5). Akibat meningkatnya status Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana III untuk meningkatkan kewasapadaan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama/18. ANTARA FOTO/Andreas Fitri AtmokoPetugas memantau aktivitas kondisi Gunung Merapi pasca kenaikan status dari normal menjadi waspada dengan radio komunikasi di kawasan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (22/5). Akibat meningkatnya status Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana III untuk meningkatkan kewasapadaan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama/18.

"Tadi malam hujan abu tapi tipis di Desa Tegalmulyo dan Tlogowatu, Kecamatan Kemalang," kata Bambang, saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (5/1/2019).

Baca Juga: Merapi Keluarkan Lava Pijar pada Jumat Malam, 2 Desa di Klaten Hujan Abu

3. Pantauan Pos Pengamatan Merapi di Kaliurang

Menurut keterangan Lasiman, salah satu petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Kaliurang, pada pukul 20.17 WIB, lava pijar dari Gunung Merapi tampak meluncur arah Kali Gendol dengan jarak luncur 1.400 meter dengan durasi 141 detik.

"Iya benar, guguran lava pijar teramati dari CCTV," ujar salah satu petugas pos pengamatan Gunung Merapi Kaliurang, Lasiman, Selasa (29/1/2019).

Sementara itu, melalui akun Twitter resminya, @ BPPTKG, BPPTK mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, serta mewaspadai kemungkinan terjadi hujan abu lokal.

BPPTKG juga menegaskan bahwa status Gunung Merapi saat ini masih tetap waspada (level II).

Baca Juga: Merapi Kembali Keluarkan Lava Pijar, Masyarakat Diminta Tenang dan Waspada

4. Masyarakat terdampak hujan abu diminta tenang

Puncak Gunung Merapi pasca meletus, Jumat (1/6/2018), pukul 08.20 WIB, dilihat dari objek wisata Ketep Pass, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, atau sekitar 8 kilometer dari puncak. KOMPAS.com/IKA FITRIANA Puncak Gunung Merapi pasca meletus, Jumat (1/6/2018), pukul 08.20 WIB, dilihat dari objek wisata Ketep Pass, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, atau sekitar 8 kilometer dari puncak.

Kepala BPBD Boyolali menjelaskan, hujan abu yang terjadi di tiga desa di Boyolali memang disebabkan adanya aktivitas Gunung Merapi pada Selasa malam.

Namun, hal itu tak merubah status Gunung Merapi, yaitu masih di level waspada atau tingkat II. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada.

"Kami mengimbau kepada masyarakat supaya tetap tenang dan waspada," kata Bambang, Selasa (29/1/2019).

Baca Juga: Kodam Diponegoro Antisipasi Meletusnya Gunung Merapi

5. BPPTKG: Aktivitas awan panas guguran 

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida saat jumpa pers terkait aktivitas Gunung Merapi. KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMA Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida saat jumpa pers terkait aktivitas Gunung Merapi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) Yogyakarta menyimpulkan tiga guguran di Gunung Merapi pada Selasa (29/1/2019) merupakan guguran awan panas.

Guguran awan panas tersebut merupakan yang pertama pasca-status Gunung Merapi ditetapkan menjadi waspada (level II). 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X