Kasus DBD Renggut 14 Nyawa di Jawa Barat

Kompas.com - 31/01/2019, 12:44 WIB
Seorang petugas melakukan Fogging Focus di salah satu sekolah di kelurahan perbutulan kecamatan sumber Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (24/1/2019). Berdasarkan data dinas kesehatan, jumlah penderita DBD terus menurun. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSeorang petugas melakukan Fogging Focus di salah satu sekolah di kelurahan perbutulan kecamatan sumber Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (24/1/2019). Berdasarkan data dinas kesehatan, jumlah penderita DBD terus menurun.

BANDUNG, KOMPAS.com - Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jawa Barat mengalami peningkatan.

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, hingga 28 Januari 2019 tercatat ada 2.204 orang yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Sebanyak 14 orang di antaranya meninggal dunia.

Kasus terbanyak berada di Kota Depok (319 kasus), Kabupaten Bandung (236 kasus), Kota Cimahi (200 kasus), Kabupaten Bogor (198 kasus) dan Kabupaten Sumedang (193 kasus).

Adapun jumlah kematian tertinggi berada di daerah Kota Bogor (3 orang), Kabupaten Bandung (3 orang), Kota Depok (2 orang), Kabupaten Cianjur (2 orang) dan Kota Bekasi (2 orang).

Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Jabar Widiyawati menuturkan, peningkatan angka kasus DBD disebabkan faktor cuaca serta kebersihan lingkungan.

Baca juga: Kasus DBD di Cirebon Turun Drastis, Ini Kiat-kiatnya

Sejak memasuki musim penghujan, Dinkes Jabar sudah menyebar surat edaran ke kota/kabupaten untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit DBD.

"Seperti bisa kita buat surat edaran untuk waspada mulai dari awal musim hujan itu sejak Oktober untuk mengantisipasi dan mengingatkan," ujar Widiyawati saat dihubungi via telepon seluler, Kamis (31/1/2019).

Dinkes Jabar juga terus gencar melakukan sosialisasi ke tiap daerah tentang pemberantasan sarang nyamuk.

"Kita juga lakukan sosialisasi ke berbagai sektor terkait pencegahan DBD pemberantasan sarang nyamuk, satu rumah satu Jumantik itu poin yang harus dilakukan," ujarnya.

Ia menjelaskan, persoalan DBD tak bisa bergantung pada tenaga kesehatan di daerah. Perlu adanya kesadaran masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungannya.

"Faktor kebersihan lingkungan sangat besar. Perlu satu gerakan di masyarakat tidak mungkin petugas kesehatan menangani sendiri. Banyak kasus di daerah perkotaan karena bergantung mobilitas masyarakat dan mungkin kebersihannya kurang, juga faktor kelembaban udara," tuturnya.

Baca juga: 10 Provinsi dengan Kasus DBD Tertinggi, Jawa Timur Peringkat Satu

Meski ada peningkatan jumlah kasus, sambung Widiyawati, Pemprov Jabar belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Menurut dia, banyak indikator yang mesti dipertimbangkan untuk menetapkan status KLB.

"Gak bisa menentukan semudah itu. Indikatornya banyak sekali kita harus lihat sebarannya. Jadi kita juga harus melihat kriteria dan yang menetapkan harus kepala daerah. Kita belum ngomong soal KLB tapi peningkatan status di beberapa kabupaten/kota," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Regional
Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Regional
Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Regional
Sukarelawan Covid-19 di Papua 'Menjerit' Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Sukarelawan Covid-19 di Papua "Menjerit" Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Regional
Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Regional
Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Regional
Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Regional
Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Regional
16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

Regional
Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Regional
Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Regional
Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Regional
Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Regional
Intensitas Gempa Gunung Merapi Kembali Dilaporkan Meningkat

Intensitas Gempa Gunung Merapi Kembali Dilaporkan Meningkat

Regional
Nenek Icah Tewas dengan Telinga Berdarah, Diduga Korban Perampokan, Tetangga Sempat Dengar Teriakan

Nenek Icah Tewas dengan Telinga Berdarah, Diduga Korban Perampokan, Tetangga Sempat Dengar Teriakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X