Kasus DBD di Cirebon Turun Drastis, Ini Kiat-kiatnya

Kompas.com - 31/01/2019, 11:46 WIB
Seorang petugas melakukan Fogging Focus di salah satu sekolah di kelurahan perbutulan kecamatan sumber Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (24/1/2019). Berdasarkan data dinas kesehatan, jumlah penderita DBD terus menurun. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSeorang petugas melakukan Fogging Focus di salah satu sekolah di kelurahan perbutulan kecamatan sumber Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (24/1/2019). Berdasarkan data dinas kesehatan, jumlah penderita DBD terus menurun.

CIREBON, KOMPAS.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Jawa Barat berupaya menekan jumlah kasus penderita demam berdarah dengue (DBD).

Berdasarkan perkembangan data selama tiga tahun terakhir, warga yang terkena DBD cenderung menurun.

Nanang Ruhyana, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular Dinkes Kabupaten Cirebon mengatakan, sejak awal hingga Rabu, 31 Januari 2019, ada 33 warga positif terserang DBD. Data tersebut berasal dari beberapa rumah sakit yang tersebar di sejumlah daerah.

Data tiga tahun terakhir menunjukkan kasus DBD di Kabupaten Cirebon mengalami penurunan. Pada tahun 2016 ada sebanyak 1.877 kasus, tahun 2017 turun drastis mencapai 274, dan tahun 2018 kembali turun menjadi 215 kasus.

“Data DBD berdasarkan sejumlah rumah sakit yang tersebar di Kabupaten Cirebon, semisal RS Mitra Plumbon, RSUD Arjawinangun, RSUD Waled dan lainnya. Jumlah tiap tahun menunjukan tren penurunan,” kata Nanang melalui sambungan seluler, Kamis (31/1/2019).

Baca juga: 10 Provinsi dengan Kasus DBD Tertinggi, Jawa Timur Peringkat Satu

Upaya utama yang dilakukan, kata Nanang, adalah memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Dengan ini, seluruh warga dapat melakukan antisipasi sejak dini. Hasilnya, jumlah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti berhasil ditekan.

“Dengan terus memberdayakan masyarakat melalui PSN dengan gerakan 3 M, menabur bubuk larvasida, menanam bunga laverder (tanaman pengusir nyamuk), mengoleskan obat nyamuk, serta tidak menggantung pakaian di kamar, dan menjaga vitalitas tubuh dengan gizi seimbang,” imbau Nanang.

Sartono, kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular Dinkes Kabupaten Cirebon, menjelaskan, selain edukasi dengan PSN dan 3M plus, pihaknya juga melakukan respons cepat dengan fogging focus.

Fogging focus adalah proses penyemprotan yang hanya dilakukan pada radius 100-200 meter dari titik rumah warga yang positif terserang DBD. Ini dilakukan guna mencegah potensi penularan kepada warga lainnya,” jelas Sartono.

Penyemprotan asap yang mengandung insektisida atau racun serangga ini untuk membunuh nyamuk dewasa, dan dilakukan berdasarkan temuan kasus, bukan acak atau asal. Setelah melalui pemeriksaan dan pernyataan positif DBD dari rumah sakit yang menangani. Kemudian tim Dinas Kesehatan bergerak cepat ke titik-titik tersebut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Regional
Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Regional
Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Regional
Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Regional
Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X