Cegah DBD, Pemkot Magelang Galakkan Program Jumantik

Kompas.com - 31/01/2019, 09:42 WIB
Larva nyamuk Aedes Aegypti yang diduga sebagai bakal vektor virus Zika, difoto di laboratorium International Training and Medical Research Center (CIDEIM) di Cali, Kolombia, 25 Januari 2016. AFP / LUIS ROBAYOLarva nyamuk Aedes Aegypti yang diduga sebagai bakal vektor virus Zika, difoto di laboratorium International Training and Medical Research Center (CIDEIM) di Cali, Kolombia, 25 Januari 2016.

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, menggalakkan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) untuk pencegahan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Seperti diketahui, nyamuk ini menjadi penyebar penyakit demam berdarah.

"Jadi setiap rumah harus ada satu anggota keluarga yang aktif memantau ada jentik nyamuk atau tidak di dalam rumahnya,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Magelang Yis Romadhon, Rabu (30/1/2019).

Selain itu, fogging atau pengasapan juga masih dilakukan meskipun dibatasi hanya dilakukan di kampung yang ditemukan ada korban positif terkena DBD dan atau minimal terdapat tiga orang terjangkit panas dan demam. Jika tidak, maka fogging lebih dihindari.

Baca juga: Tahun Ini, Jumlah Penderita DBD di Magetan Naik 300 Persen

"Sebab fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangan jentiknya tidak mati. Untuk mematikannya harus dimatikan habitatnya di genangan air itu. Makanya, satu rumah satu jumantik ini harus benar-benar dijalankan,” kata dia.

Pertimbangan lainnya, lanjut Yis, angka jentiknya kurang dari 90 persen baru dilakukan fogging. Sepanjang bulan ini, pihaknya telah melakukan pengasapan di 10 titik saja.

"Selain fogging kita juga rutin menyosialisasikan 3M dan mendistribusikan abate ke tiap kelurahan," jelasnya.

Daerah rawan DBD

Yis menyebutkan beberapa kelurahan yang rawan terserang DBD di antaranya Kelurahan Kemirirejo, Jurangombo Selatan, Tidar Utara, dan Kramat Utara.

Kemudian, tempat fasilitas publik seperti pasar tradisional, taman, sekolah, terminal, dan lain sebagainya juga menjadi skala prioritas pengasapan.

Baca juga: Bupati Ponorogo Gratiskan Biaya Pengobatan Penderita DBD

Pihaknya memprediksi puncak serangan DBD terjadi hingga Maret 2019 mendatang. Namun kemungkinan kasus DB akan mulai turun pada April, Mei, dan seterusnya sampai kemarau tiba.

"Tetapi tahun ini, pergantian musim kemarau ke musim hujan agak terlambat. Sekitar bulan Oktober kemarin, jadi kami perkirakan kalau kasus DBD akan mencapai puncaknya sekitar Maret," katanya, Rabu (23/1/2019).

Per Januari 2018, pihaknya mencatat tersangka pengidap DBD sebanyak 30 orang. Namun dari sekian itu, hanya 4 penderita yang sudah dinyatakan positif DBD.

"Empat kasus ini merupakan warga ber-KTP Kota Magelang. Kami mendapatkannya dari rumah sakit yang ada," tuturnya.

Baca juga: Virus Dengue DBD Juga Berevolusi, Apa Bedanya Sekarang dan Dulu?

Perbandingan tahun lalu pada bulan yang sama, kata Yis, kasus DBD di Kota Magelang mengalami penurunan. Tahun lalu tercatat 12 kasus pada bulan Januari.

"Tahun kemarin puncaknya pada bulan Februari, ketika intensitas hujan sedang tinggi-tingginya," pungkasnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X