Kisah Untoro Penyandang Disabilitas, Semangat Mengajar Anak-anak walau dengan Berbaring (2)

Kompas.com - 31/01/2019, 08:30 WIB
Untoro (60) warga Dusun Klampok, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul, Yogyakarta, sudah mengajar anak-anak tetangga secara gratis sejak 1985. KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Untoro (60) warga Dusun Klampok, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul, Yogyakarta, sudah mengajar anak-anak tetangga secara gratis sejak 1985.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Untoro (60), warga Dusun Klampok, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul, Yogyakarta, meski ia tak lulus SMP dan memiliki keterbatasan gerak, tak sedikit masyarakat dusun Klampok memercayakan belajar bersamanya.

"Anak saya dulu ada dua yang belajar di sini selama sekolah dasar," kata Kepala Dukuh Klampok Margono, Rabu (30/1/2019).

Dia mengaku terkesan dengan pola pelajaran yang diberikan Mbah Un sebutan Untoro. Sebab, tidak hanya pelajaran di sekolah, mereka juga diberikan pelajaran hidup yang berguna.

"Anak-anak disini belajar sambil bermain. Harapannya mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak berguna. Selain itu, memberikan motivasi kepada anak-anak untuk belajar meski dengan keterbatasan yang ada," ucapnya.

Baca juga: Kisah Untoro yang Mengharukan, 34 Tahun Mengajar Gratis dari Tempat Tidur (1)

"Di sini juga diajarkan berbagi. Dulu ketika anak saya masih belajar di sini. Mereka disuruh menyisihkan uang jajan yang dikumpulkan di satu tempat. Nanti setahun dibuka, setelah itu, Jika ada sisa, mereka diajak berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan. Meski dengan kondisi seperti itu, dia masih memikirkan orang lain," kataya.

Margono mengakui dengan keterbatasan yang ada, dan tidak tamat SMP, Untoro masih mau belajar bersama anak-anak.

"Dia juga memberikan pelajaran menggambar juga, bahasa Jawa. Semangatnya itu yang patut dicontoh," katanya.

Untoro mengakui meski tak tamat SMP dan tertinggal kurikulum yang sekarang. Namun, dirinya ingin belajar bersama anak-anak tetangganya. Meski tak dibayar, dirinya ikhlas memberikan pelayanan tersebut. 

"Istilahnya saya belajar juga, dan mengajarkannya kepada anak-anak," katanya.

Baca juga: Kisah Ibu yang Melahirkan Saat Tunggu Kapal, Menginap di Pelabuhan Sampai Batal Pulang

"Tidak apa-apa (tidak dibayar) asal anak-anak mau belajar. Saya tidak tahu sampai kapan belajar bersama, pokoknya sekuatnya," ucapnya. 

Ke halaman selanjutnya


Page:

Terkini Lainnya


Close Ads X