Bogor Tetap Gelar Perayaan Imlek dan Cap Go Meh

Kompas.com - 30/01/2019, 20:02 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat memberikan keterangan usai diperiksa Bawaslu Kota Bogor, Jumat (11/1/2019). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat memberikan keterangan usai diperiksa Bawaslu Kota Bogor, Jumat (11/1/2019).


BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara tegas siap memfasilitasi perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2019.

Pernyataan itu sebagai bentuk respons atas beredarnya surat seruan dari Forum Muslim Bogor (FMB), yang menyatakan penolakannya terhadap perayaan Imlek dan Cap Go Meh di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan, salah satu alasan yang mendasari keputusan itu karena perayaan Cap Go Meh merupakan simbol persatuan.

Bima menuturkan, tiap tahunnya, perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor selalu dikemas dalam bentuk pesta rakyat bertajuk Bogor Street Festival.

Baca juga: Beredar Surat Penolakan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh, MUI dan Pemkot Bogor Buka Suara

Sehingga, kata Bima, nilai-nilai kebudayaan serta unsur kearifan lokal selalu dikedepankan.

“Ada yang mengatasnamakan FMB. Mereka menyatakan surat terbuka yang pada intinya tidak menyetujui adanya Bogor Street Festival. Kami merasa perlu untuk menyampaikan kepada publik mengenai posisi Pemkot Bogor di sini. Ini menyakut juga atas nilai-nilai kebersamaan dan keberagaman yang diyakini oleh kita sebagai warga Bogor dari masa ke masa,” ungkap Bima, Rabu (30/1/2019).

Bima mengatakan, Pemkot Bogor memandang bahwa Bogor Street Festival adalah kegiatan seni dan budaya yang sudah menjadi tradisi dan berjalan cukup lama.

Terlebih, semakin banyak kalender event pariwisata di Kota Bogor, maka akan semakin baik pula untuk pergerakan roda perekonomian di kota hujan ini.

“Kami punya agenda kesenian dan kebudayaan tahunan seperti Bogor Street Festival. Semakin banyak kegiatan budaya semakin baik untuk Kota Bogor. Kegiatan ini penggerak ekonomi rakyat," ungkap Bima.

"Berdasarkan data kami, tingkat hunian hotel naik, ekonomi kecil bergerak, sektor jasa wisata kuliner bergerak dengan cepat. Ini cara yang memberikan keberkahan untuk warga,” tambah dia.

Bima tak sependapat atas isi dari surat edaran FMB. Menurut dia, akidah seseorang tidak bisa dinilai akan berkurang atau luntur hanya karena sebuah perayaan kebudayaan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X