Bea Cukai Kendari Gagalkan Penyelundupan 677 Bal Barang Bekas Rp 1,5 Miliar

Kompas.com - 30/01/2019, 16:33 WIB
Petugas bea cukai ratusan barang barang bekas ilegal hasil sitaan KOMPAS.com/ KIKI ANDI PATIPetugas bea cukai ratusan barang barang bekas ilegal hasil sitaan

KENDARI, KOMPAS.com - Petugas dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan bersama TNI Angkatan Laut (AL) Kendari menggagalkan 677 bal barang bekas (rombengan) selundupan dari Negara Timor Leste.

Sebanyak 677 bal barang bekas itu terdiri atas 292 balpakaian bekas dan 385 balsepatu bekas dengan nilai barang diperkirakan sebesar Rp 1,5 miliar.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Padmoyo Tri Wikanto, mengatakan, ratusan bal pakaian dan sepatu bekas selundupan itu diamankan dari sebuah kapal bernama KM Bumi Lestari di Pelabuhan Wanci, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Tindakan penggagalan barang bekas ilegal ini atas sinergitas Bea Cukai dan TNI AL setelah kami mendapat informasi dari masyarakat," kata Tri, Rabu (30/1/2019) dalam keterangan pers di Dermaga TNI Angkatan Laut Kendari.

Tri menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada kapal yang membawa ratusan bal barang bekas dari Timor Leste pada Minggu (12/1/2019).

Baca juga: Bea Cukai Tangkap KM Mutiara Indah, yang Selundupkan Barang Bekas Singapura ke Indonesia

Selanjutnya, Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Kanwil Sulawesi Bagian Selatan di Makassar menindaklanjuti dengan membentuk tim gabungan yang anggotanya terdiri dari Bea Cukai Kanwil Sulawesi Bagian Selatan dan Bea Cukai Kendari.

"Pada Kamis, 17 Januari 2019 pukul 10.20 Wita, tim gabungan dikerahkan untuk melakukan pemantauan di beberapa titik yang ada di Kepulauan Wakatobi," terangnya.

Dari hasil pemantauan, tim mendapati kapal KLM Bumi Lestari yang diduga mengangkut ratusan bal barang bekas sedang berlabuh di Pelabuhan Wanci, Kabupaten Wakatobi.

Karena keterbatasan jumlah personel dan mengurangi risiko gesekan dengan warga, tim gabungan mengarahkan kapal tersebut ke tengah laut. Lalu pada pukul 14.00 Wita, kapal tersebut diarahkan untuk berlayar ke Kendari guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Pada hari Sabtu,19 Januari 2019 dini hari sekitar pukul 01.30 Wita, kapal KLM Bumi Lestari baru tiba di Kendari, karena terkendala cuaca buruk dan gangguan mesin," katanya.

Dalam perkara ini, pihak Bea Cukai mengamankan satu orang tersangka, yakni nakhoda kapal berinisial B. Kapal kayu itu terdiri dari tiga anak buah kapal berinisial H, D, dan I.

"Nakhoda kapal saat ini ditahan di Rutan Kelas II A Kendari sejak tanggal 20 Januari 2019 dengan ancaman hukuman kurungan penjara minimal 1 tahun dan maksimal 10 tahun penjara serta denda Rp 5 miliar," kata Tri.

Baca juga: Ahmad Sobandi, Difabel yang Mampu Ciptakan Robot dari Barang Bekas

Ia menambahkan, penyelidikan akan terus berjalan hingga mengetahui siapa pemilik barang tersebut.

Tri mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan barang bekas dan tetap mencintai produk dalam negeri. Sebab, selain ilegal, rombengan itu juga bisa menyebabkan penyakit karena banyak kuman di dalam barang bekas tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Luapan Sungai Serayu di Banyumas Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Banjir Luapan Sungai Serayu di Banyumas Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Regional
Mulai 6 Desember, Tarif Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda Surabaya Naik

Mulai 6 Desember, Tarif Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda Surabaya Naik

Regional
Soal RS Ummi, Polisi Berencana Minta Keterangan IDI dan Sejumlah Ahli

Soal RS Ummi, Polisi Berencana Minta Keterangan IDI dan Sejumlah Ahli

Regional
Bawaslu Gunungkidul Telusuri Video Viral Bagi-bagi Uang

Bawaslu Gunungkidul Telusuri Video Viral Bagi-bagi Uang

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Dugaan Pemicu hingga Kata Ridwan Kamil

Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Dugaan Pemicu hingga Kata Ridwan Kamil

Regional
Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Regional
1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X