Malu Ruteng Jadi Kota Terkotor, Pastor hingga Bupati Pungut Sampah di Selokan

Kompas.com - 30/01/2019, 11:55 WIB
Bupati Manggarai Deno Kamelus sedang memegang sapu lidi untuk membersihkan sampah di selokan dan jalan raya di Kota Ruteng, Jumat (25/1/2019). Bupati turun langsung angkat sampah setelah mendapatkan penilaian dari KLHK sebagai kota terkotor se-Indonesia. ARSIP HUMAS PEMDA MANGGARAIBupati Manggarai Deno Kamelus sedang memegang sapu lidi untuk membersihkan sampah di selokan dan jalan raya di Kota Ruteng, Jumat (25/1/2019). Bupati turun langsung angkat sampah setelah mendapatkan penilaian dari KLHK sebagai kota terkotor se-Indonesia.

RUTENG, KOMPAS.com - Malu dengan prediket Ruteng sebagai kota kecil terkotor yang disematkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), para tokoh masyarakat bersemangat untuk memberikan contoh yang baik soal penanganan sampah. 

Hal ini dilakukan oleh Inosensius Sutam yang merupakan seorang pastor di Keuskupan Ruteng, Flores, NTT. Dosen teologi dan ilmu budaya di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Santo Paulus Ruteng ini turun ke selokan bersama para mahasiswanya untuk memunguti sampah. 

Belasan ton sampah berhasil dipungut dari berbagai selokan dan jalan raya di Kota Ruteng sejak deklarasi perang pada sampah di Kota tersebut didengungkan.

Gerakan perang sampah digerakkan forum Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GMPS) Kota Ruteng. Gerakan itu yang membangkitkan semua pihak termasuk sang Pastor untuk turun ke jalan dan selokan memungut sampah.

Baca juga: Bupati Manggarai Turun Bersih Sampah Setelah Ruteng Masuk Kota Terkotor Versi KLHK

Ketika sang imam pun turut turun ke selokan membersihkan sampah, masyarakat pun berbaur untuk membantunya. Bau sampah di selokan itu tidak menyulutkan niat baik dari imam Katolik tersebut untuk memberikan contoh langsung kepada masyarakat tentang mengelola sampah. 

Bupati janji perbaiki TPA

Tokoh masyarakat lain yang ikut turun tangan membersihkan sampah adalah Bupati Manggarai Deno Kamelus dan Wakil Bupati Manggarai Viktor Madur. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ini tugas kita semua, baik para imam, lembaga keagamaan, anak sekolah, mahasiswa dan mahasiswi STKIP Santo Paulus Ruteng yang dikoordinir oleh Pastor Inosensius Sutam. Ini juga bukti bahwa semua pihak di Kota Ruteng sangat prihatin dengan penobatan sebagai kota terkotor di Indonesia,” jelas Bupati Manggarai Deno Kamelus kepada Kompas.com, Minggu (27/1/2019)

Kamelus menyampaikan terima kasih karena akhir-akhir ini banyak pihak yang memberikan saran kepadanya. Itu terutama saran berkaitan dengan menata Kota Ruteng agar menjadi bersih.

Baca juga: Medan, Bandar Lampung, dan Manado, Kota Terkotor versi KLHK

“Ada saran orang yang bertemu saya di Kota Ruteng bilang, 'Pak Bupati jangan lagi pakai perasaan untuk menangkap, memproses, memenjarakan orang yang buang sampah sembarang'. Saya bilang oke, itu deklarasi kita ya, kita akan buat deklarasi itu hari ini di sini,” katanya.

Menurut Kamelus, ke depan Pemkab Manggarai akan menata ulang tempat pembuangan akhir (TPA) serta menambahkan truk pengangkut sampah di Kota Ruteng.

Kemudian, siapapun, baik lembaga agama maupun berbagai elemen masyarakat yang hidup dan tinggal di Kota Ruteng, harus sama-sama memerangi sampah yang bertumpuk di selokan, Daerah aliran sungai (DAS) di Kota Ruteng.

GMPS ingin wujudkan Ruteng yang bebas sampah

Koordinator Forum Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GMPS) Kota Ruteng Tiransius Kamilius Otwin Wisang menjelaskan, GMPS Kota Ruteng merupakan forum yang diinisiasi anak muda di Kota Ruteng yang prihatin dengan sampah di kota ini. 

Baca juga: Manado Masuk 10 Kota Terkotor Menurut KLHK, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota

“Bagi GMPS, rilis yang dikeluarkan KLHK tersebut merupakan titik awal membangun kesadaran bersama di Manggarai untuk memerangi sampah di Kota Ruteng," katanya.

Forum yang dirintis secara spontanitas beberapa pihak di Ruteng itu kemudian mendeklarasikan secara besar-besaran untuk memerangi sampah. Deklarasi yang dihadiri ribuan warga tersebut berlangsung di Lapangan Motang Rua Ruteng, Jumat (25/1/2019).

Deklarasi massal tersebut, Lanjut, GMPS menggandeng sejumlah pihak, di antaranya, para Aparat Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai, TNI/Polri, unsur agama dan tokoh masyarakat, Ormas, LSM, BUMN/BUMND, Lembaga Pendidikan, Karang Taruna, DPRD, perwakilan dunia usaha, pedagang, dan lain-lain.

Wisang mengajak masyarakat untuk memerangi sampah secara bersama-sama agar suatu saat Ruteng menjadi kota yang indah dan bersih.

Menurut Wisang, Ruteng haruslah dipandang sebagai rumah bersama. Kebersihannya pun tetap menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.