Taman Nasional Komodo akan Ditata seperti Kepulauan Galapagos di Ekuador

Kompas.com - 29/01/2019, 21:23 WIB
Sekumpulan Komodo yang ada di Pulau Rinca, di kawasan TN Komodo, NTT, Selasa (13/11/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIASekumpulan Komodo yang ada di Pulau Rinca, di kawasan TN Komodo, NTT, Selasa (13/11/2018).


KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu mengatakan, Taman Nasional Komodo (TNK) di Kabupaten Manggarai Barat, akan ditata secara baik seperti Kepulauan Galapagos di Ekuador, Amerika Selatan.

Menurut Marius, penataan itu akan dilakukan jika Provinsi NTT diberikan kewenangan oleh pemerintah pusat untuk mengambil bagian dalam mengelola TNK.

Penegasan itu disampaikan Marius, saat menggelar jumpa pers bersama sejumlah wartawan di Kantor Dinas Pariwisata NTT, Selasa (29/1/2019).

Bahkan, kata Marius, pihaknya akan bekerja sama dengan otoritas di Ekuador untuk menata dan mengelola TNK menjadi lebih baik dari saat ini.

Baca juga: Gubernur NTT Siap Benahi Taman Nasional Komodo hingga Jadi Indah

Keinginan dari pemerintah provinsi kepulauan itu, kata Marius, disampaikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, saat bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Ekuador Diennaryati Tjokrosuprihatono.

Marius menyebut, pemerintah Ekuador menerapkan kontrol yang sangat ketat terhadap Taman Nasional Galapagos, dan betul-betul dijadikan daerah konservasi yang berkualitas tinggi.

Marius mencontohkan, seperti adanya kebijakan layanan penerbangan ke Kepulauan Galapagos yang dibatasi hanya dua kali sehari, untuk menghindari aktivitas wisata secara massal.

"Pemerintah Ekuador sangat memperhatikan konservasi alam kepulauan, karena kura-kura raksasa yang adalah binatang langkah. Pemerintah Ekuador punya komitmen besar untuk konservasi melindungi, menjaganya," ucap dia.

Marius menuturkan, untuk masuk ke Galapagos, pengunjung harus membayar tiket sebesar 1.500 dollar Amerika Serikat per orang. Pengunjung yang masuk pun hanya dibatasi 300 orang setiap harinya.

Meski begitu, wisatawan pun mengantre untuk membeli tiket masuk ke Galapagos. Aturan masuk ke Galapagos juga diperketat dan tidak semua kapal bisa masuk ke sana.

Hanya kapal khusus yang disediakan otoritas setempat.

"Pengunjung yang masuk dan keluar, akan digeledah, untuk memastikan tidak membawa barang yang mengganggu konservasi di Galapagos, termasuk juga tidak membawa keluar semua barang yang ada di Galapagos," ujar Marius.

Marius mengatakan, hal itu merupakan cara pemerintah Ekuador dalam menjaga konservasi taman nasional mereka, sehingga pemerintah NTT perlu belajar banyak.

"Tentu kita akan membentuk kerja sama antara Pulau Galapagos dan Taman Nasional Komodo," ujar dia.

Baca juga: Walhi NTT: Rencana Revitalisasi TN Komodo Harus Dilihat dari Aspek Ekologi

"Duta Besar Indonesia untuk Ekuador, sudah diskusi dengan Bapak Gubernur untuk mendorong pemerintah Indonesia dengan pemerintah Ekuador bekerja sama dalam hal cara mengelola sebuah taman nasional. Kita akan membentuk kerja sama antara TNK dan Kepulauan Galapagos, seandainya pengelolaan diberikan kepada Pemprov NTT," sambung dia.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, lanjut Marius, menginginkan agar TNK benar-benar menjadi suatu daerah konservasi yang berkualitas tinggi dan bermutu internasional seperti Galapagos.

"Kita bersyukur memiliki seorang gubernur yang memiliki ide cermelang, progresif, dan inovatif yang tidak lokal sifatnya. Beliau memiliki pemikiran internasional yang sangat hebat. Beliau memberi pesan kepada republik ini bahwa kelola sebuah taman nasional itu harus bermutu dan berkualitas tinggi," kata Marius.

Marius juga mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membahas tentang pengelolaan TNK.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Regional
7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Regional
KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X