Calon Pengantin di Sultra Wajib Tes Urine Bebas Narkoba Sebelum Menikah

Kompas.com - 29/01/2019, 18:22 WIB
Ilustrasi tes urine thinkstock/jarun011Ilustrasi tes urine


KENDARI, KOMPAS.com - Pasangan calon pengantin di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan menjalani pernikahan, kini mesti mengikuti tes narkoba melalui pemeriksaan urine.

Tes urine ini merupakan salah satu syarat administrasi untuk menikah secara resmi di Sulawesi Tenggara.

Kewajiban itu tertuang dalam perjanjian yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara, di Aula Kanwil Kemenag Sultra, pada Senin (21/1/2019).

Baca juga: Pengedar Jadikan Sekolah Gudang Narkoba, BNN Gelar Tes Urine di Sekolah


Kepala Kanwil Kemenag Sultra Abdul Kadir mengatakan, kedua mempelai terlebih dahulu memeriksakan kesehatan bebas narkoba saat melaporkan pernikahannya.

"Ini merupakan salah satu kelengkapan syarat administrasi, kedua calon harus mengecek kesehatan supaya kita lebih berhati-hati sebelum proses pelaksanaan pernikahan," ungkap Kadir, Selasa (29/1/2019).

Pihaknya juga akan memberikan sosialisasi edukasi melalui penyuluh dan penghulu yang ada di Sultra, hingga di pelosok pedesaan.

Menurut dia, tes urine kepada pasangan calon pengantin itu untuk menyiapkan generasi muda masa depan yang bebas dari narkoba.

Jadi, untuk sementara, perjanjian itu hanya untuk pernikahan, namun ke depan akan diperluas.

Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Bambang Priyambada membenarkan bahwa perjanjian itu tujuannya untuk menyiapkan generasi muda, yang akan melaksanakan pernikahan supaya keturunannya bebas dari narkoba.

"Sebelum melakukan pernikahan, mereka melakukan persiapan diri, kalau memang mereka bersih, maka memenuhi syarat itu," ujar dia.

Tetapi, jika salah satu pasangan atau keduanya positif narkoba, tidak menggagalkan pernikahan, namun yang bersangkutan akan direhabilitasi untuk penyembuhan.

"Orang mempersiapkan pernikahan, kan ada yang sampai satu tahun, ada yang enam bulan. Jadi, begitu cek kesehatan langsung nikah besoknya," terang dia.

Bambang menambahkan, sosialisasi tentang hal ini perlu dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Sedangkan, untuk proses pemeriksaannya, akan diselenggarakan di Rumah Sakit dan BNN.

Baca juga: Saya Tidak Mau Tes Urine, Mana Surat Perintahnya...?

Armin, warga Kendari yang akan melangsungkan pernikahan di bulan Juni nanti, mengaku tak keberatan dengan syarat tersebut.

Asalkan tujuannya untuk memberantas narkoba di Sultra dan Indonesia.

"Kalau itu niat pemberantasan narkoba siap mendukung, meski itu hanya salah cara dalam pemberantasan narkoba di Indonesia. Ini sangat baik sekali," kata Armin.

Armin optimis bebas narkoba karena dirinya sudah pernah menjalani tes urine saat masuk kerja di salah satu perusahaan tambang terbesar di Sulawesi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Regional
Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Regional
Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Regional
Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Regional
Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Regional
Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Regional
Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Regional
Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X