Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Keluhan Warga Semarang di Sistem "Lapor Hendi" Dipastikan Ditangani

Kompas.com - 29/01/2019, 16:54 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan jalan sehat dan dialog dengan warga di wilayah Tlogomulyo, Pedurungan, Kota Semarang, Minggu (20/1/2018). Dok. Humas Pemerintah Kota SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan jalan sehat dan dialog dengan warga di wilayah Tlogomulyo, Pedurungan, Kota Semarang, Minggu (20/1/2018).

KOMPAS.com – Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang menegaskan bahwa semua laporan masyarakat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sudah terdata di sistem Lapor Hendi dan akan ditangani satu per satu.

Salah satu laporan yang sedang dalam proses penanganan adalah jalan rusak di Jalan Tanjung Sari, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebelumnya, warga setempat melakukan protes terkait jalan rusak tersebut dengan menanam pohon pisang.

Merespon protes tersebut, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Rianung mengatakan, sebenarnya laporan jalan rusak tersebut sudah masuk ke sistem pelaporan Lapor Hendi milik Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

"Sudah kami respon pada 17 Oktober lalu. Sudah kami jawab jika akan dikoordinasikan untuk ditangani," terang Rianung dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (29/01/2019).

Menurut dia, jalan tersebut akan segera dibeton. Namun, karena saat ini sedang musim hujan, jalan tersebut akan diratakan terlebih dahulu.

Baca jugaMengurai Permasalahan Sampah, Semarang Kembali Bangun PLTSa Kedua

Salah satu laporan mengenai jalan rusak yang masuk melalui sistem Lapor Hendi milik Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi
Dok. Humas Pemkot Semarang Salah satu laporan mengenai jalan rusak yang masuk melalui sistem Lapor Hendi milik Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi
Lebih lanjut Rianung mengatakan, proses penanganan semua laporan masyarakat tersebut membutuhkan waktu.

"Untuk penanganan yang butuh anggaran tidak sedikit memang kami butuh waktu terkait penganggaran, tapi semua terdata. Saya pastikan tidak ada laporan yang terlewat," ucap Rianung.

Dia juga meyakinkan bahwa selama ini Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang terus berusaha agar seluruh jalan di Kota Semarang dapat mencapai kondisi baik.

Baca jugaWali Kota Hendi Ajak Ibu-ibu Pengajian Bangun Kota Semarang

Hal tersebut dilihat dari data statistik persentase kondisi jalan di Kota Semarang. Di tahun 2011 hanya 46 persen yang ada dalam kondisi baik. Pada 2017 angka tersebut meningkat hingga 88,7 persen.

"Sisanya terus kami kejar dengan pembetonan agar kualitas jalannya juga baik dan tidak rusak berulang, seperti sebelum-sebelumnya. Ini sesuai arahan pak wali kepada kami," jelas Rianung.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelajar Bunuh Begal Divonis Pembinaan Setahun, Ayah: Saya Terima dengan Lapang Dada..

Pelajar Bunuh Begal Divonis Pembinaan Setahun, Ayah: Saya Terima dengan Lapang Dada..

Regional
Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Regional
Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Regional
3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

Regional
Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Regional
Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Regional
Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Regional
Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Regional
Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Regional
Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Regional
8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

Regional
Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Regional
Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Regional
Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Regional
Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Regional
komentar di artikel lainnya