Sebelum Melaut ke Muara Digoel, Herman Minta Dicium Istri 3 Kali di Telepon

Kompas.com - 29/01/2019, 05:08 WIB
Amsah, Istri Korban meninggal KMN Lang 01 di Muara Sungai Digoel Papua tidak berhenti menangis. Tenggelamnya KMP Lang 01 menelan korban 13 ABK, dimana empat meninggal, sembilan masih hilang. KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINAmsah, Istri Korban meninggal KMN Lang 01 di Muara Sungai Digoel Papua tidak berhenti menangis. Tenggelamnya KMP Lang 01 menelan korban 13 ABK, dimana empat meninggal, sembilan masih hilang.

LEBAK, KOMPAS.com - Korban kapal tenggelam di muara sungai Digoel, Papua, Herman, sempat menelepon sang istri, Amsah sebelum berangkat melaut. Di luar kebiasaannya, Herman meminta dicium oleh Amsah.

"Dua minggu lalu nelepon, ngabari kalau mau beroperasi lagi, minta didoakan selamat dan tumben-tumbennya minta saya cium tiga kali," Cerita Amsah kepada Kompas.com di kediamannya di Kampung Cikondang Pasir RT 11 RW 04 Desa Sukadaya, Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (28/1/2019).

Namun, Amsah tidak memenuhi permintaan Herman, dirinya justru berpesan kepada sang suami untuk membaca Bismillah tiga kali seraya merestui kepergian sang suami.

Baca juga: Kapal Nelayan Karam di Muara Digoel Papua, 4 ABK Tewas dan 9 Hilang

Selain itu, di akhir pembicaraan dengan Amsah, Herman juga menitipkan empat anaknya untuk dijaga baik-baik selama dirinya pergi.

"Khusus kepada yang paling kecil dia minta jangan suka dipukul, 'coba mak tong digebuk bae, ja bapak mah can pernah ngagebuk anak' ( Coba mak jangan dipukul anaknya, karena bapak belum pernah mukul anak)," Kata Amsah menirukan pesan Herman untuk terakhir kalinya.

Dua minggu setelahnya, Amsah tidak lagi mendapat kabar dari Herman. Malah yang datang kepada dirinya, adalah kabar duka soal tenggelamnya Kapal Motor Nelayan (KMN) Lang 01 dimana tempat suaminya bekerja sebagai penjaring ikan.

Baca juga: 9 ABK yang Hilang di Muara Sungai Digoel Papua Belum Ditemukan

"Dapat kabar dari saudara, tadinya tidak percaya, kemudian saya pastikan telepon istrinya bos, memang benar kapal tenggelam, dan besoknya dapat kabar lagi suami saya sudah ditemukan meninggal," Kata Amsah.

Jenazah Herman kini tengah dalam perjalanan dari Merauke ke Jakarta dengan pesawat udara Senin (28/1/2019). Pihak keluarga sudah menjemput ke Bandara Soekarno-Hatta dan dijadwalkan tiba di rumah duka dini hari nanti.

Pihak keluarga sudah menyiapkan satu liang lahat untuk jenazah Herman. Rencananya pemakaman akan dilakukan langsung saat jenazah tiba.

Baca juga: Sepuluh Korban Kapal Tenggelam di Muara Digoel Papua Berasal dari Lebak, Banten

Berita sebelumnya, Kapal Motor Nelayan (KMN) Lang 01 tenggelam di muara sungai Digoel, Papua pada Kamis (24/1/2019).

Empat Anak Buah Kapal (ABK) ditemukan meninggal yakni Meng (nakhoda), Herman (kelasi), Naseran (kelasi), dan Mohammad Imam Jumali (kelasi)

Sedangkan sembilan ABK lainnya hilang dan masih dilakukan proses pencarian yaitu Jemi Yanto (kepala kamar mesin), Arifudin (kelasi), Abu Bakar (kelasi), Jai (kelasi), Sidik (kelasi), Hasnuddin (kelasi), Sulem (kelasi), Mulyono (kelasi), dan Kamdan Pratama (kelasi).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X