Posko Pengungsi Terbakar, Ratusan Korban Banjir Gowa Berhamburan

Kompas.com - 28/01/2019, 06:59 WIB
Petuga pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang melanda pasar Minasamaupa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang dijadikan posko pengungsi korban banjir Gowa, Minggu, (27/1/2019). KOMPAS.com/ABDUL HAQPetuga pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang melanda pasar Minasamaupa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang dijadikan posko pengungsi korban banjir Gowa, Minggu, (27/1/2019).

GOWA, KOMPAS.com - Pasar Minasamaupa yang menjadi posko pengungsian korban banjir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terbakar. Akibatnya ratusan pengungsi berhamburan menyelamatkan diri.

Api dapat dipadamkan setelah sejumlah mobil pemadam dibantu armada pemadam dari kota Makassar tiba di lokasi.

Peristiwa kebakaran yang melanda pasar Minasamaupa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa terjadi pada pukul 22.25 WITA, Minggu, (27/1/2019).

Api dari lantai dua pasar langsung mengakibatkan kepulan asap hitam. Akibatnya sebanyak 365 orang pengungsi yang menempati lantai empat berhamburan menyelamatkan diri.

Baca juga: Korban Bencana Longsor dan Banjir Gowa Dapat Sumbangan Rp 2 Miliar

"Banyak sekali asap jadi kami langsung lari menyelamatkan diri," kata Arina Talib, salah seorang pengungsi.

Api dapat dipadamkan setelah empat unit mobil pemadam kebakaran dan tambahan tiga unit armada dari Kota Makassar tiba di lokasi dan langsung memadamkan api.

Empat kios di lantai 2 pasar dilaporkan ludes terbakar, sementara penyebab kebakaran diduga bersumber dari arus pendek listrik

"Tidak ada korban jiwa dan pengungsi banjir aman. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik" kata Rostam Razak, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran yang dikonfirmasi Kompas.com pada pukul 01.15 WITA, Senin, (28/1/2019).

Baca juga: Antisipasi Banjir di Gowa dan Sekitarnya, JK Sepakat Bangun Bendungan

Seperti diberitakan sebelumnya, bencana longsor di sejumlah titik yang memicu dibukanya pintu air bendungan Bili-bili yang mengakibatkan air sungai Jeneberang meluap. 

Meluapnya sungai Jeneberang menenggelamkan sejumlah pemukiman penduduk di Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kota Makassar, Kabupaten Takalar dan Kabupaten Jeneponto pada Selasa, (22/1/2019) lalu. Kejadian ini telah memakan puluhan korban jiwa.

Di Kabupaten Gowa sendiri total korban jiwa akibat bencana banjir ini telah mencapai 46 korban. Tim SAR gabungan sendiri masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang dalam bencana longsor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikut Semarang 10K, Pelari Ini Pakai Kain Batik Lengkap dengan Blangkon

Ikut Semarang 10K, Pelari Ini Pakai Kain Batik Lengkap dengan Blangkon

Regional
Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Regional
Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Regional
Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Regional
Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Regional
Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Regional
Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Regional
Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Regional
Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Regional
Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Regional
Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Regional
[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

Regional
Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Regional
4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

Regional
Khawatir Merugi, Petani di Kampar Panen Padi di Tengah Banjir

Khawatir Merugi, Petani di Kampar Panen Padi di Tengah Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X