Durian J-Queen Kalahkan Mussang King Malaysia Saat Kontes

Kompas.com - 26/01/2019, 14:29 WIB
Durian J-Queen dengan harga Rp 14 juta per butir sedang dipajangkan kembali setelah sebelumnya dua butir durian sama laku terjual di Plaza Asia, Kota Tasikmalaya, Sabtu (26/1/2019). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHADurian J-Queen dengan harga Rp 14 juta per butir sedang dipajangkan kembali setelah sebelumnya dua butir durian sama laku terjual di Plaza Asia, Kota Tasikmalaya, Sabtu (26/1/2019).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Durian varian unggul J-Queen yang berharga 14 juta per buah di Kota Tasikmalaya, telah mengalahkan durian Mussang King asal Malaysia saat kontes durian di Penang, Malaysia tahun 2018 lalu.

Durian J-Queen menang pada rasa dan harum hingga mengalahkan durian unggulan asal Negeri Jiran tersebut.

"J-Queen sudah kalahkan Mussang King saat kontes durian di Penang, Malaysia. J-Queen sesuai juri di sana, menang di rasa dengan kolaborasi peanuts butter. Kalau Mussang King hanya butter. Harumnya pun kalah Mussang King saat disandingkan dengan J-Queen," jelas Sudarno (43), salah seorang ahli durian asal Banyumas, yang sengaja hadir di bazar durian Plaza Asia, Kota Tasikmalaya, Sabtu (26/1/2019).

Baca juga: Ini Alasan Durian J-Queen Dijual Rp 14 Juta Per Buah

Sudarno mengatakan, durian J-Queen sejatinya telah membuat kepercayaan diri para petani durian di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa meningkat.

Apalagi, selain jenis J-Queen, terdapat durian Tai Babi asal Bangka Belitung yang harganya bahkan lebih mahal.

"Kalau harga durian J-Queen patok Rp 14 juta masih terhitung murah. Di Bangka Belitung ada durian khas di sana namanya Tai Babi bisa sampai Rp 50 juta. Bedanya, J-Queen langsung dipasarkan di market saja, kalau durian Tai Babi oleh kalangan pecinta durian," ujar dia.

Sudarno menilai, kalau Aka (32), penemu sekaligus pemilik durian J-Queen asal Kota Tasikmalaya itu sangat serius di usaha pertanian durian.

Ia mengaku kagum dengan kegigihan Aka menciptakan bibit varietas durian unggul dengan metode canggih aplikasi PH langsung dari Bangkok, Thailand.

"Aka ini sudah memiliki alat aplikasi tester PH untuk durian yang terhubung langsung ke handphone yang didapatkan ilmunya dari Thailand. Dia langsung mengawinkan durian unggulan di Indonesia untuk mendapatkan varietas berbeda yang lebih unggul. Muncullah jenis durian J-Queen," tambahnya.

Selain di Malaysia, durian J-Queen ini pun telah menjadi juara berturut-turut saat kontes durian di Provinsi Jawa Tengah.

"Kalau kebunnya di Jawa Tengah jenis J-Queen awalnya. Sekarang di Tasikmalaya dan Pangandaran, J-Queen sudah ada milik Aka," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X