Kompas.com - 26/01/2019, 08:29 WIB

Semua siswa yang belajar di Rumah Belajar Tunas Harapan adalah anak dari buruh perkebunan, yang rata-rata berasal dari Kabupaten Situbondo dan Jember.

Di wilayah Tlocor sendiri, terdapat 20 kepala keluarga dan untuk wilayah Seling terdapat 7 kepala keluarga.

Baca juga: Lewati Medan Sulit untuk Mengajar, llyas Diganjar Penghargaan

Sebelum ada Rumah Belajar Tunas Harapan, anak-anak belajar di mushala sederhana. Pernah suatu saat, jumlah siswa yang berasal dari Tlocor dan Seling mencapai 40 orang, sehingga mushala yang digunakan tidak mampu menampung jumlah siswa.

"Agar fokus belajar, kita buat bangunan khusus. Selain itu, agar anak-anak bisa tetap bisa main dengan binatang peliharaannya. Kalau di mushala kan enggak bisa," ujar Sukamto.

Menginap di sekolah induk

Sementara itu, Andi Prasetyo, guru relawan yang mengajar di Rumah Belajar Tunas Harapan Bangsa mengatakan, sempat kaget saat pertama kali datang ke Tlocor tempatnya mengajar.

Pria lulusan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember itu sudah hampir setengah tahun menjadi relawan di SD yang berada di bawah kaki Gunung Raung tersebut.

Andi adalah penerima beasiswa 'Banyuwangi Cerdas', yang berkewajiban melakukan pengabdian selama setahun untuk mengajar di wilayah Banyuwangi yang terpencil.

Sehari-hari, Andi Prasetyo dan rekannya Ikul, memilih menginap di sekolah induk SDN 7 Jambewangi. Setiap pagi, mereka berangkat ke Rumah Belajar Tunas Harapan dengan mengendarai motor.

Mereka memutuskan tidak menginap di Tlocor karena pertimbanganya tidak ingin membebani warga yang ada di Tlocor, karena rata-rata mereka berasal dari keluarga menengah ke bawah yang tinggal di rumah sederhana dengan ruangan terbatas tanpa akses listrik.

"Jika menginap di sana, nanti membebani mereka. Jadi wira-wiri saja. Akses jalan ke sana juga ekstrem dan rawan pohon tumbang, apalagi kalau musim hujan dan angin. Saya pernah sekali jatuh karena salah ambil jalan yang licin," ujar dia.

Baca juga: Kisah Pak Guru Arif: Mengajar di Sekolah Rawan Longsor hingga 11 Bulan Tak Terima Gaji

"Kalau dari sini dibilang jauh, ya enggak juga, hanya 7 kilometer, tapi harus masuk hutan. Bahaya jika anak-anak sendirian," kata dia lagi.

Dalam kondisi apapun, mereka berdua tetap memilih berangkat untuk mengajar karena tidak tega dengan anak-anak yang sudah menunggu kedatangan mereka.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.