Hasto: Biarlah Pak BTP Sibuk dengan Agenda Pribadinya Dulu

Kompas.com - 25/01/2019, 21:25 WIB
Sekjen PDIP, Hasto Kristyanto (tengah)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Sekjen PDIP, Hasto Kristyanto (tengah)

SURABAYA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto belum berani memberi kepastian Basuki Tjahaja Purnama ( BTP) akan bergabung ke PDI-P setelah keluar dari penjara, Kamis (24/1/2019) kemarin.

"Biarlah Pak BTP sibuk dengan agenda-agenda pribadinya. Mungkin beliau masih ingin keliling Indonesia atau ke luar negeri mungkin," kata Hasto di posko pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin Jawa Timur di Surabaya, Jumat (25/1/2019).

Yang pasti, kata dia, PDI-P terbuka untuk semua orang yang ingin bergabung. Kata Hasto, banyak tokoh yang memilih bergabung dengan PDI-P karena partai ini memang rumah bersama untuk rakyat Indonesia.

Secara personal, kader PDI-P masih berhubungan baik dengan BTP.


"Seperti Pak Djarot (Djarot Saiful Hidayat), beliau sering mengunjungi BTP saat di penjara," ujarnya.

Baca juga: Ini Harapan Syafii Maarif kepada BTP Setelah Resmi Bebas

Basuki Tjahaja Purnama telah bebas dari Rutan Mako Brimob pada Kamis kemarin. Dia bebas setelah menjalani hukuman dua tahun penjara sebagai terpidana kasus penodaan agama.

BTP bebas murni setelah mendapatkan tiga kali remisi dengan total potongan masa tahanan 3 bulan 15 hari.

Baca juga: Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X