Bawaslu Jawa Barat Temukan Tabloid Lain Mirip "Indonesia Barokah"

Kompas.com - 25/01/2019, 17:33 WIB
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menemukan sejumlah tabloid lain yang mirip dengan tabloid Indonesia Barokah. Tiga tabloid tersebut bernama Pesantren Kita, Kaffah dan Media Umat. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menemukan sejumlah tabloid lain yang mirip dengan tabloid Indonesia Barokah. Tiga tabloid tersebut bernama Pesantren Kita, Kaffah dan Media Umat.

BANDUNG, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menemukan sejumlah tabloid lain yang mirip dengan tabloid "Indonesia Barokah" yang belakangan ini ramai diperbincangkan.

Kepala Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Barat Zaki Hilmi mengatakan, tiga tabloid tersebut bernama "Pesantren Kita", "Kaffah" dan "Media Umat".

“Indonesia Barokah ditemukan lebih awal, 18 Januari 2019. Kaffah, Pesantren Kita dan Media Umat kita temukan tiga hari lalu,” kata Zaki saat ditemui di kantor Bawaslu Jawa Barat, Jalan Turangga, Kota Bandung, Jumat (25/1/2019).

Lebih lanjut Zaki mengatakan, tabloid Pesantren Kita ditemukan beredar di wilayah Sukabumi. Sementara tabloid Kaffah dan Media Umat didapati di Kabupaten Bogor.


“Sama dengan Indonesia Barokah distribusinya ke pesantren dan ke masjid,” ungkapnya.

Baca juga: 21 Masjid di Kabupaten Bekasi Terima Tabloid Indonesia Barokah

Serupa dengan tabloid Indonesia Barokah, alamat kantor redaksi tabloid Kaffah, Media Umat dan Pesantren Kita yang dicantumkan di dalam tabloid palsu alias fiktif.

Tabloid Pesantren Kita kantor redaksinya ditulis di Bogor. Sementara Kaffah dan Media Umat di Jakarta Selatan. Distribusikannya lewat kantor pos dan ojek online untuk area Kota Bekasi dan Depok,” katanya.

Ditanya soal isi, Zaki mengaku Bawaslu tidak berkompeten untuk menentukan apakah konten-konten dalam tabloid-tabloid tersebut memenuhi kaidah-kaidah jurnalistik atau tidak.

Baca juga: Di Grobogan, Tabloid Indonesia Barokah Sudah Tersebar di 19 Kecamatan

Namun demikian, seluruh konten dinyatakan oleh Bawaslu tidak menyalahi aturan pemilu meski di dalamnya terdapat berita-berita yang menyudutkan pasangan calon presiden yang bertarung dalam Pilpres 2019.

"Secara legalitas dan substansi isi menjadi kewenangan Dewan Pers. Kami menyerahkan ke Dewan Pers untuk ditindaklanjuti. Terkait materi dalam konteks kepemiluan tidak terdapat unsur melanggar ketentuan," tandasnya.



Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X