Pengungsi Banjir Gowa Mencapai 3.534 Orang, Banyak yang Belum Terima Bantuan

Kompas.com - 25/01/2019, 13:59 WIB
Sejumlah warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berusaha menerobos akses jalan yang tertimbun longsor untuk mencari bantuan kebutuhan dasar, meski harus bertarung nyawa,  Jumat, (25/1/2019). KOMPAS.com/ABDUL HAQSejumlah warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berusaha menerobos akses jalan yang tertimbun longsor untuk mencari bantuan kebutuhan dasar, meski harus bertarung nyawa, Jumat, (25/1/2019).

GOWA, KOMPAS.com - Posko Induk Bencana Longsor dan Banjir Kabupaten Gowa memberikan update jumlah pengungsi akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.

Menurut Abdullah Sirajuddin, Kabag Humas Pemkab Gowa yang juga bertanggungjawab atas Posko Induk, hingga Jumat (25/1/2019) atau memasuki hari keempat pasca-bencana, jumlah pengungsi yang terdata mencapai 3.534 orang. 

"Para pengungsi ini tersebar di 16 titik pengungsian di sejumlah kecamatan di Gowa," kata dia, Jumat.  

Sejumlah lokasi pengungsian misal di Kecamatan Manuju, Kecamatan Bungaya dan Kecamatan Tinggimoncong. 

Baca juga: Kisah Sucianti dan Bayinya, Berlari Selama 2 Jam hingga Selamat dari Longsor di Gowa

Menurut keterangan para korban selamat yang berhasil dihubungi Kompas.com, kebutuhan dasar para pengungsi belum sepenuhnya terpenuhi, atau bahkan ada pengungsi yang belum tersentuh bantuan sama sekali lantaran akses menuju lokasi terputus.   

Misalnya di Desa Tanah Karaeng, Kecamatan Manuju yang menampung pengungsi asal Dusun Pattiro, Desa Pattallilakang, Kecamatan Manuju yang habis tersapu longsor. 

Basariah, warga Desa Tanah Karaeng yang rumahnya jadi lokasi pengungsian mengatakan, ada 11 pengungsi yang saat ini ditampungnya. 

"Ada sebelas orang pengungsi diantaranya ada anak-anak dan balita tapi belum ada bantuan logistik yang tiba ke sini," kata Basariah.

Baca juga: BERITA POPULER NUSANTARA: Kisah Nenek Selamatkan Cucu saat Banjir di Gowa hingga Kasus Dua Video Mesum Pelajar

Sementara itu ada 30 korban longsor di Dusun Moncongang, Desa Mangngempang, Kecamatan Bungaya yang masih terjebak longsor.

Mereka tak dapat keluar dari lokasi lantaran akses masih terputus. Karena listrik padam, mereka mengandalkan satu buah telepon seluler untuk berkomunikasi.

Rezky Dagriany, salah seorang Bidan Puskesmas Sapaya, Kecamatan Bungaya, mengatakan, ke-30 warga yang selamat tersebut ada beberapa yang mengalami luka. 

"Kami berkumpul di sini. Persediaan makanan sudah habis. Kami yang selamat kedinginan karena pakaian cuma yang di badan saja, tidak ada selimut. Yang lainnya kami tidak tahu nasibnya. Satu telepon yang berfungsi itu di charger pakai aki," kata Rezky.

Baca juga: Helikopter Pengangkut Bantuan Diserbu Korban Longsor Gowa

Seperti diberitakan sebelumnya, bencana longsor dan banjir di Kabupaten Gowa, Sulsel, menelan 29 korban meninggal dunia. 

Tim SAR gabungan dibantu TNI dan Polri masih terus melakukan pencarian dan evakuasi guna menorobos akses jalan yang terputus menuju titik longsor yang masih terisolir.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Regional
1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

Regional
Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Regional
Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Regional
Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Regional
Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Regional
Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Regional
Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Regional
Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Regional
Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Regional
Pemprov Jabar Mulai Persiapkan Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

Pemprov Jabar Mulai Persiapkan Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Modus Pelaku Pembunuh Perempuan di Penginapan Palembang

Terungkap, Ini Modus Pelaku Pembunuh Perempuan di Penginapan Palembang

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Juli 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Juli 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X