Cerita Siswa SD Setiap Hari Lewati Jalan Berlubang Mirip Kolam di Mamuju Tengah

Kompas.com - 25/01/2019, 13:10 WIB
Cerita siswa di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, yang setiap hari harus melintasi jalan perbatasan kabupaten Mamuju dengan Mateng yang rusak berat di musim hujan hingga menyerupai deretan kolam-kolam berisi air. KOMPAS.com/JUNAEDICerita siswa di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, yang setiap hari harus melintasi jalan perbatasan kabupaten Mamuju dengan Mateng yang rusak berat di musim hujan hingga menyerupai deretan kolam-kolam berisi air.

MAMUJU TENGAH, KOMPAS.com – Jalan perbatasan kabupaten Mamuju dengan Kabupaten Mamuju Tengah di Sulawesi Barat saat ini kondisinya rusak parah.

Pantauan Kompas.com pada Kamis (24/1/2019), kondisi jalan yang hancur menimbulkan kubangan yang tampak mirip dengan deretan kolam-kolam berisi air. Dalamnya kubangan sangat membahayakan para penguna jalan.

Tak sedikit pengendara roda dua dan roda empat, termasuk siswa yang bersepeda ke sekolah setiap hari, pernah jatuh dan terperosok ke dalam kubangan. 

Saat hujan deras dan banjir kondisi jalan rusak ini bahkan tampak seperti sungai dan tidak layak untuk dilalui pengendara roda dua maupun pesepeda karena membahayakan.

Padahal, jalan ini menjadi akses bagi para siswa yang bepergian atau pulang dari sekolah dengan bersepeda. 

Baca juga: Jalan Rusak, Warga Bantul Blokade Akses Masuk Tempat Pembuangan Sampah

Deril, bocah yang baru duduk di bangku sekolah dasar ini menceritakan kesulitannya setiap hari melintasi jalan mirip deretan kolam-kolam tersebut saat pergi atau pulang ke sekolah.

Ia berharap pemerintah bisa mebenahi kerusakan jalan yang parah ini agar para siswa bisa naik sepeda ke sekolah lebih aman.

Menurut Deril, agar seragam dan sepatunya tidak basah kuyup saat melintasi jalan ini, dia dan teman-temannya terpaksa membuka sepatu mereka sebelum naik sepeda dan memasukannya ke dalam tas atau kantong plastik yang mereka bawa.

“Susah pak harus buka seragam dan sepatu agar tidak basah kuyup sebelum sampai ke sekolah. Seharusnya diperbaiki agar bisa dilalui tanpa harus buka seragam,” jelas Deril yang bersekolah di Mateng ini.  

Tak diperhatikan pemerintah

Siswa di Mamuju Tengah harus melintasi jalan perbatasan kabupaten yang rusak berat. Jalan ini membahayakan saat musim hujan. Sejak lima tahun lalu pemerintah kabupaten Mamuju Tengah belum memberikan bantuan untuk memperbaiki jalan ini. KOMPAS.com/JUNAEDI Siswa di Mamuju Tengah harus melintasi jalan perbatasan kabupaten yang rusak berat. Jalan ini membahayakan saat musim hujan. Sejak lima tahun lalu pemerintah kabupaten Mamuju Tengah belum memberikan bantuan untuk memperbaiki jalan ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Pemulung Positif Covid-19, Satgas Ambon: Sudah Beberapa Kali Dijemput, tapi Melarikan Diri

Soal Pemulung Positif Covid-19, Satgas Ambon: Sudah Beberapa Kali Dijemput, tapi Melarikan Diri

Regional
Kasus Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Dilakukan Berkali-kali Sampai Korban Histeris

Kasus Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Dilakukan Berkali-kali Sampai Korban Histeris

Regional
Pria Mencurigakan di Rumah Makan Ogan Ilir Digeledah, Isi Tasnya Ada 1 Kg Sabu

Pria Mencurigakan di Rumah Makan Ogan Ilir Digeledah, Isi Tasnya Ada 1 Kg Sabu

Regional
Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Regional
Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi, dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi, dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X