Dua Pemeran Video Mesum Viral di Madiun Sudah Keluar dari Sekolah

Kompas.com - 24/01/2019, 17:53 WIB
Ilustrasi video mesum KOMPAS.comIlustrasi video mesum


MADIUN, KOMPAS.com — Dua pelajar SMA pemeran adegan seks dalam video mesum viral di Kabupaten Madiun sudah keluar dari sekolahnya. Dua siswa berinisial P dan R itu tidak lagi bersekolah di tempat sebelumnya.

Humas SMK tempat R bersekolah, Aan menyatakan, siswanya berinisial R sudah keluar dari sekolah sejak video mesum yang diperankan bersama P viral di WhatsApp.

"Dahulu memang R pelajar di sini. Tetapi sudah dikeluarkan semenjak minggu kedua Desember 2018," kata Aan.

Menurut Aan, sebelum keluar dari sekolah, R memiliki rekam jejak sekolah yang tidak baik. Saat masih sekolah R sering tidak masuk sekolah tanpa kejelasan.

"Bahkan setelah UTS, R tidak masuk satu minggu tanpa keterangan," ungkap Aan.

Baca juga: Video Mesum Diperankan Dua Pelajar Viral di Kabupaten Madiun

Sementara Kepala Desa Blabakan, Agus Prasetyo menyatakan warganya berinisial P yang memerankan adegan dalam video mesum viral sudah keluar dari bangku sebuah SMA negeri di Mejayan.

"Sudah dipindahkan keluarganya ke sekolah lain," kata Agus.

Pemindahan sekolah P juga atas kesepakatan keluarga, pihak sekolah dan pemerintah desa.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video mesum diperankan dua pelajar Kabupaten Madiun berdurasi enam menitan viral melalui pesan instan WhatsApp di kalangan pelajar sebulan terakhir.

Dalam video berdurasi 6 menit 59 detik ini, terlihat seorang pria dan wanita muda bertelanjang bulat sedang melakukan hubungan suami istri.

Informasi yang dihimpun, kedua pelaku video mesum itu diperankan siswi di SMA Negeri dan siswa SMK swasta di Caruban. Pelaku wanita berinisial P, sedangkan pelaku pria berinisial R.

Kepala Desa Blabakan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Agus Prasetyo membenarkan salah satu pelajar pemeran video mesum itu adalah warganya berinisial P (16).

Saat ini, kasus beredarnya video mesum itu sudah ditangani Polres Madiun.

"Jadi yang perempuan itu memang benar warga kami berinisial P. Sementara pelajar laki-laki berinisial R, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan. Tetapi saat ini kasusnya sudah ditangani Polres Madiun," jelas Agus, Kamis ( 24/1/2019) siang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Baru Covid-19 di Banyumas di Bulan Januari Menurun, tapi...

Kasus Baru Covid-19 di Banyumas di Bulan Januari Menurun, tapi...

Regional
Hampir Sebulan ASN dan DPRD Jember Tidak Terima Gaji, Ini Penyebabnya

Hampir Sebulan ASN dan DPRD Jember Tidak Terima Gaji, Ini Penyebabnya

Regional
2 Agenda Pariwisata di Padang Batal karena Pandemi Virus Corona

2 Agenda Pariwisata di Padang Batal karena Pandemi Virus Corona

Regional
2 Perompak yang Mengincar Kapal Liberia di Dumai Ditangkap, 6 Pelaku Masih Buron

2 Perompak yang Mengincar Kapal Liberia di Dumai Ditangkap, 6 Pelaku Masih Buron

Regional
Dapat Jabatan di Anak Perusahaan BUMN, Jubir Bobby-Aulia Bantah Terkait Pilkada Medan

Dapat Jabatan di Anak Perusahaan BUMN, Jubir Bobby-Aulia Bantah Terkait Pilkada Medan

Regional
Kronologi Penyerangan Mapolsek Sungai Pagu Sumbar oleh Sejumlah Orang

Kronologi Penyerangan Mapolsek Sungai Pagu Sumbar oleh Sejumlah Orang

Regional
Positif Covid-19, Bupati Sleman Tak Terima Vaksin Dosis Kedua, Ini Penjelasannya

Positif Covid-19, Bupati Sleman Tak Terima Vaksin Dosis Kedua, Ini Penjelasannya

Regional
PPKM Jilid 2, Lampu Jalan di Purwokerto Akan Dimatikan pada Malam Hari

PPKM Jilid 2, Lampu Jalan di Purwokerto Akan Dimatikan pada Malam Hari

Regional
Tak Lekang oleh Zaman, Kopi Podjok Pertahankan Cita Rasa Tradisional

Tak Lekang oleh Zaman, Kopi Podjok Pertahankan Cita Rasa Tradisional

Regional
Penyebaran Covid-19 di Kupang Mengkhawatirkan, Wagub NTT: Dalam Mengatasi Harus dengan Cara Paksa, Tidak Ada Kompromi

Penyebaran Covid-19 di Kupang Mengkhawatirkan, Wagub NTT: Dalam Mengatasi Harus dengan Cara Paksa, Tidak Ada Kompromi

Regional
933 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Semarang Belum Divaksin Covid-19

933 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Semarang Belum Divaksin Covid-19

Regional
Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Proyek Drainase di Karo Tewas

Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Proyek Drainase di Karo Tewas

Regional
Fakta 10 Remaja di Pamekasan Curi 18 Kotak Amal untuk Beli Narkoba, Menyasar Masjid hingga SPBU

Fakta 10 Remaja di Pamekasan Curi 18 Kotak Amal untuk Beli Narkoba, Menyasar Masjid hingga SPBU

Regional
Gara-gara Jembatan Tersumbat Pohon Bambu, Sungai di Banyumas Meluap

Gara-gara Jembatan Tersumbat Pohon Bambu, Sungai di Banyumas Meluap

Regional
Setelah 4 Hari, Pemuda yang Diterkam Buaya di Belitung Akhirnya Ditemukan

Setelah 4 Hari, Pemuda yang Diterkam Buaya di Belitung Akhirnya Ditemukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X