Gunung Papandayan Jadi Taman Wisata Alam, Ridwan Kamil Segera Gelar Rapat

Kompas.com - 24/01/2019, 17:03 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (24/1/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (24/1/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil segera menggelar rapat untuk menyikapi perubahan fungsi pokok kawasan cagar alam Gunung Papandayan (1.991 hektar) dan Kawah Kamojang (2.391 hektar) menjadi taman wisata alam (TWA).

Ridwan mengatakan, hingga kini pihaknya belum mengetahui pokok persoalan tersebut, sebab bukan dalam kewenangan Pemprov Jabar. Namun, ia sudah menerima aduan dari aktivis lingkungan soal masalah itu.

"Saya mendengar dan saya menerima komplain. Jawaban saya adalah saya akan merapatkan, belum punya komentar, tidak punya data, baru sepihak dari yang komplain karena itu wilayahnya di pusat," ujar Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (24/1/2019).

Emil menambahkan, saat ini ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mencari akar masalah tersebut.

Baca juga: Penurunan Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan Diprotes, Ini Kata Menteri LHK

"Saya akan bertanya dan itu saya akan kirimkan surat. Jadi, per hari ini saya akan berkoordinasi meminta penjelasan pemerintah pusat," ungkap dia.

Untuk diketahui, Gunung Papandayan resmi dikelola oleh PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) pada tahun 2016. PT GRPP juga tercatat sebagai pengelola taman wisata Gunung Tangkuban Parahu.

Emil meminta waktu untuk mengkaji masalah tersebut. Ia pun berjanji akan bersikap setelah mendapat informasi yang lengkap.

"Saya enggak ngerti sejarahnya juga. Jadi, itu isu baru yang saya belum punya data. Data ke saya cuma dikomplain, itu saja. Jadi, saya belum bisa komentar terlalu jauh bagaimana urutannya, sejarahnya, kenapa. Nanti kalau sudah waktunya saya kabari," ujar Emil.

Diberikatakan sebelumnya, SK 25/MENLHK/SETJEN/PLA2/1/2018 tertanggal 10 Januari 2018 yang tiba-tiba muncul di permukaan awal tahun ini dan membuat kaget para aktivis lingkungan.

SK ini berisi perubahan fungsi pokok kawasan hutan dari sebagian kawasan cagar alam Kawah Kamojang seluas 2.391 hektar dan cagar alam Gunung Papandayan seluas 1.991 hektar, menjadi taman wisata alam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Regional
Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Regional
Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Regional
Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X