Polisi Tes Kejiwaan Guru Les Privat yang Cabuli 34 Anak di Bandung

Kompas.com - 24/01/2019, 12:11 WIB
Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema tengah memeperlihatkan barang bukti pencabulan yang dilakukan DRP seorang guru les privat terhadap puluhan siswanya. KOMPAS.com/AGIEPERMADIKapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema tengah memeperlihatkan barang bukti pencabulan yang dilakukan DRP seorang guru les privat terhadap puluhan siswanya.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi akan memeriksa kejiwaan terhadap DRP (48), pelaku pencabulan terhadap 34 anak laki-laki di Kota Bandung.

"Kita akan periksa kejiwaan dari pelaku," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Rifai yang ditemui di Mapolrestabes Bandung, Kamis (24/1/2019).

Seperti diketahui, guru les privat matematika ini pernah menjadi korban pencabulan saat dirinya masih duduk di kelas tiga SMP. Hal tersebut menjadi motif pelaku melakukan tindakan serupa kepada 34 anak didiknya tersebut.

Baca juga: Guru Les Privat di Bandung Cabuli 34 Muridnya

"Waktu SMP kelas tiga menjadi korban (pencabulan) kemudian timbul perasaan itu," jelasnya.

Saat ini polisi masih mendata kemungkinan ada korban lain dalam kasus predator anak ini. Namun sejauh ini korban masih belum bertambah.

"Sejauh ini belum ada, masih mendata lagi," ucapnya.

Untuk itu, Rifai mengimbaui kepada para orang tua yang anak lelakinya mendapatkan tindakan asusila seperti ini untuk segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Baca juga: Guru Les Privat yang Cabuli 34 Muridnya Korban Pencabulan Saat SMP

Diberitakan sebelumnya, pengungkapan kasus pencabulan terhadap anak ini berawal dari laporan salah satu orang tua korban ke kepolisian setelah mendapati anaknya menjadi salah satu korban dari guru les privatnya sendiri.

Hal tersebut diketahui orang tua salah satu korban tersebut saat melihat isi ponsel anaknya yang terdapat sejumlah video tak senonoh. Dalam salah satu rekaman video itu terdapat korban bersama pelaku melakukan tindakan tidak senonoh.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 82 jo 76 Undang-Undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X