BMKG: Naiknya Air Laut di Pulau Buru akibat Fenomena Supermoon

Kompas.com - 24/01/2019, 11:37 WIB
Warga Kota Namrole, Ibu Kota Kabupaten Buru Selatan, Maluku mengungsi ke dataran tinggi setelah air laut di wilayah tersebut naik disertai gelombang tinggi, Kamis dinihari (24/1/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYWarga Kota Namrole, Ibu Kota Kabupaten Buru Selatan, Maluku mengungsi ke dataran tinggi setelah air laut di wilayah tersebut naik disertai gelombang tinggi, Kamis dinihari (24/1/2019)


AMBON, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon menyebut, naiknya air laut disertai gelombang tinggi di perairan Buru Selatan, hingga memicu kepanikan warga diakibatkan fenomena supermoon.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Ambon, Andi Azhar Rusdin mengungkapkan, fenomena alam itu terjadi lantaran jarak bulan yang mendekati bumi.

“Bukan karena ada gempa, tapi itu yang terjadi fenomena supermoon. Itu karena jarak bulan mendekati bumi,” kata Andi, kepada Kompas.com, Kamis (24/1/2019).

Baca juga: Air Laut Naik, Warga Pulau Buru Berlarian ke Gunung

Dia mengatakan, fenomena supermoon merupakan fenomena alam biasa, namun dapat memicu terjadinya air pasang melebihi kondisi normal.

”Jadi, bukan bluemoon tapi supermoon, itu yang memicu air pasang maksimum yang melebihi kondisi seperti biasa,” ujar dia.

Meski mengakui terjadi air pasang dan gelombang tinggi, namun dia mengaku pihaknya tidak dapat mengetahui pasti seberapa tinggi kenaikan air laut di wilayah tersebut, karena tidak ada alat pendeteksi yang dipasang di wilayah itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau kita berbicara data, tidak ada alat yang dipasang di sana. Jadi, kita lihat alat di Ambon oh memang sekitar pukul 3.20 WIT itu maksimum, dan gelombangnya perlahan-lahan naik,” ujar dia.

Baca juga: Air Pasang Capai 1,4 Meter Saat Supermoon, BMKG Imbau Warga Pesisir Waspada

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kenaikan air laut dan gelombang tinggi di wilayah Buru Selatan memicu ribuan warga di wilayah tersebut memilih mengungsi ke tempat yang dianggap aman karena takut terjadi musibah.

Warga semakin khawatir karena pada saat yang bersamaan, berhembus isu kalau akan terjadi gelombang tsunami di wilayah itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.