Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Kompas.com - 24/01/2019, 00:27 WIB
Pantauan lewat udara lokasi banjir di Kota Makassar,  Rabu (23/1/2019). IstPantauan lewat udara lokasi banjir di Kota Makassar, Rabu (23/1/2019).


MAKASSAR, KOMPAS.comBanjir yang melanda Kota Makassar dan enam kabupaten di Sulawesi Selatan disebabkan intensitas hujan yang tinggi dan dua pintu air di dua bendungan yakni di Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa dan Bendungan Lekopaccong di Kabupaten Maros dibuka.

Kabag Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Khadaffi yang dikonfirmasi mengatakan, banjir yang melanda Kota Makassar dan enam kabupaten di Sulsel disebabkan curah hujan yang sangat tinggi.

Selain itu, pintu air di dua bendungan terpaksa dibuka karena sudah melampaui ambang batas normal.

“Curah hujan yang tinggi di Sulsel, sehingga air di Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa dan Bendungan Lekopaccing di kabupaten Maros. Pintu air di dua bendungan ini terpaksa dibuka, karena sudah melewati ambang batas normal,” katanya.

Baca juga: Cerita Warga: Banjir di Makassar Tahun Ini Beda, Datangnya Tiba-tiba

Devo mengatakan, wilayah yang terendam banjir di Sulsel berlokasi dekat aliran sungai di bawah bendungan. Selain itu juga, beberapa wilayah yang terbilang dataran rendah.

“Pintu air Bendungan Bili-bili dibuka berdampak banjir di Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto dan Kota Makassar. Sedangkan pintu air Bendungan Lekopaccing dibuka berdampak banjir di Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, dan Kota Makassar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Teuku Iskandar mengatakan, tinggi muka air di Waduk Bili-bili terus menurun.

Pada Rabu (23/1/2019) pukul 12.00 Wita, elevasi mencapai +100,74 meter. Volume debit air tercatat 279,17 juta meter kubik, dengan aliran air masuk berkecepatan 956,425 meter kubik per detik dan aliran keluar 956,424 meter kubik per detik.

“Rabu ini, tinggi muka air masih berstatus siaga, atau tiga tingkat di atas status normal. Mudah-mudahan terus menuju ke elevasi normal. Pembukaan pintu air Waduk Bili-bili mengikuti standar tingkatan status tinggi muka air. Pintu ditutup jika elevasi turun di bawah batas elevasi normal +99,50 meter. Kami harapkan intensitas hujan makin berkurang, supaya tidak memberikan dampak yang besar terhadap aliran inflow Bendungan Bili-bili,” jelas Iskandar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Regional
Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Regional
Kencan Berujung Pembunuhan, Kenal di Facebook hingga Tewas Tanpa Busana di Hotel Omega

Kencan Berujung Pembunuhan, Kenal di Facebook hingga Tewas Tanpa Busana di Hotel Omega

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X