Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Kompas.com - 23/01/2019, 23:11 WIB
Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan (tengah) menunjukkan foto barang bukti kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya, Rabu (22/1/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALKapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan (tengah) menunjukkan foto barang bukti kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya, Rabu (22/1/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - Polisi menyebut, ada sejumlah rangkaian kejadian menjelang amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya pada 17 Desember 2018 lalu.

Dua bangunan di sekitar lokasi Jalan Raya Gubeng dilaporkan pemiliknya rusak dan mengalami ambles.

Pada 10 September 2018, ada rumah rusak akibat proyek pembangunan basement di Jalan Raya Gubeng.

"Pemilik rumah di Jalan Raya Gubeng nomor 92 komplain rumahnya rusak sebagai dampak dari aktivitas proyek," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan, Rabu (22/1/2019).

Sementara, pada 8 Oktober 2018, toko busana yang berlokasi tepat di sisi barat jalan ambles juga komplain karena mengalami penurunan posisi bangunan.

"Pemilik bangunan di sekitar Jalan Gubeng juga mengeluhkan proyek yang kerap membuang lumpur di saluran air," terang Luki.

Baca juga: Malam Tahun Baru, Jalan Raya Gubeng Surabaya Boleh Dilalui

Fakta-fakta tersebut, kata Kapolda Jawa Timur, didalami penyidik untuk merekonstruksi fakta amblesnya jalan raya Gubeng pada 17 Desember 2018 lalu.

Sebelumnya, Polda Jawa Timur juga mengungkap 3 faktor penyebab amblesnya Jalan Raya Gubeng setelah beberapa kali melakukan gelar perkara dengan melibatkan sejumlah saksi ahli.

Tiga faktor penyebab itu adalah, pertama, ketidakmampuan struktur dinding penahan tanah sisi timur jalan Raya Gubeng dalam menahan akumulasi beban jalan, kedua karena faktor kedalaman galian terhadap dinding penahan tanah, dan faktor ketiga adalah eksisting muka air tanah yang tinggi, sehingga mengurangi stabilitas dinding penahan tanah.

Saat longsor, sepanjang 50 meter sebagian Jalan Raya Gubeng ambles sedalam kurang lebih 10 meter.

Selain mematahkan jaringan pipa saluran air, amblesnya jalan juga merusak jaringan kabel dan fasilitas umum yang ada di atasnya, serta merusak halaman kantor bank BUMN dan sebuah toko busana.

Jalan raya arteri tersebut sempat ditutup total selama 10 hari untuk kepentingan penyelidikan, dan proses pengurukan serta normalisasi. Jalan Raya Gubeng kembali bisa dilewati pada 27 Desember 2018.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Janjikan Lulus CPNS, Nenek 74 Tahun Bawa Kabur Uang Rp 250 Juta Milik Korban

Janjikan Lulus CPNS, Nenek 74 Tahun Bawa Kabur Uang Rp 250 Juta Milik Korban

Regional
Selain karena Harta Warisan, Ibu Kalsum Adukan Anaknya soal Pencemaran Nama Baik

Selain karena Harta Warisan, Ibu Kalsum Adukan Anaknya soal Pencemaran Nama Baik

Regional
Saat Pandemi, 70 Siswa SMK Itu Pesta 'Prom Night' di Hotel...

Saat Pandemi, 70 Siswa SMK Itu Pesta "Prom Night" di Hotel...

Regional
Tolak Permintaan Maaf, Keluarga Ngotot Laporkan Anak Ibu Kalsum ke Polisi

Tolak Permintaan Maaf, Keluarga Ngotot Laporkan Anak Ibu Kalsum ke Polisi

Regional
Terobosan Kampung Tangkal Covid-19 Bantu Warga Kena PHK: Lahan Penuh Ular Jadi Kebun Sayur, Saluran Kumuh Jadi Tambak Ikan

Terobosan Kampung Tangkal Covid-19 Bantu Warga Kena PHK: Lahan Penuh Ular Jadi Kebun Sayur, Saluran Kumuh Jadi Tambak Ikan

Regional
Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya soal Harta Warisan, Polisi: Belum Tentu Bisa Jadi Laporan

Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya soal Harta Warisan, Polisi: Belum Tentu Bisa Jadi Laporan

Regional
Sempat Ingin Dipenjarakan, Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya ke Polisi soal Harta Warisan

Sempat Ingin Dipenjarakan, Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya ke Polisi soal Harta Warisan

Regional
Fakta Ayah Cabuli Anak Kandung, Dilakukan Selama 10 Tahun, Tepergok Istri

Fakta Ayah Cabuli Anak Kandung, Dilakukan Selama 10 Tahun, Tepergok Istri

Regional
TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Ini 2 Opsi bagi Pemkot

TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Ini 2 Opsi bagi Pemkot

Regional
TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Komandan: Mereka Tempati Aset Kami

TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Komandan: Mereka Tempati Aset Kami

Regional
'Beras 10 Kilogram Itu Seharga 4 Gram Emas, Kalau Dibeli dengan Uang Rp 2 Juta'

"Beras 10 Kilogram Itu Seharga 4 Gram Emas, Kalau Dibeli dengan Uang Rp 2 Juta"

Regional
Cerita Suroto, Tiduran 10 Tahun di Kamar dan Pernah Dipenjara

Cerita Suroto, Tiduran 10 Tahun di Kamar dan Pernah Dipenjara

Regional
Perjuangan Paramita Jalani Hidup Pascagempa Palu, Lumpuh Separuh Badan dan Andalkan Suami

Perjuangan Paramita Jalani Hidup Pascagempa Palu, Lumpuh Separuh Badan dan Andalkan Suami

Regional
Ganjar Sebut Seluruh ASN Pemprov Jateng yang Terjangkit Covid-19 Merupakan Orang Tanpa Gejala

Ganjar Sebut Seluruh ASN Pemprov Jateng yang Terjangkit Covid-19 Merupakan Orang Tanpa Gejala

Regional
Risma Usul Pasien Covid-19 Sekali Swab Bisa Pulang, Ini Tanggapan RSUD Soetomo

Risma Usul Pasien Covid-19 Sekali Swab Bisa Pulang, Ini Tanggapan RSUD Soetomo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X