Polisi Tangkap 7 Terduga Pelempar Batu yang Tewaskan 1 Suporter PSS Sleman

Kompas.com - 23/01/2019, 21:09 WIB
Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri dalam jumpa pers, Senin (12/02/2018). KOMPAS.com/Wijaya KusumaKapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri dalam jumpa pers, Senin (12/02/2018).


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jajaran Polda DIY berhasil menangkap 7 orang yang diduga melakukan aksi pelemparan batu di jalan Solo Km 12,5 Kalasan, Sleman.

Akibat aksi pelemparan batu tersebut, satu orang suporter PSS Sleman Muhammad Asadulloh Alkhoiri (20) warga Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meninggal dunia.

"Kami prihatin kemarin dengan kembali lagi masalah suporter bola. Kejadian beberapa hari lalu ada di Kalasan," ujar Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri, Rabu (23/01/2019).

Ahmad Dofiri menyampaikan sudah memerintahkan jajarannya untuk segera mengungkap aksi pelemparan batu. Alhasil, ada 7 orang yang diduga pelaku berhasil ditangkap.

"Hari ini, alhamdulillah sudah terungkap, Tujuh pelakunya berhasil kami tangkap," tegasnya.

Baca juga: Suporter PSS Sleman Meninggal Dunia karena Jadi Korban Pelemparan Batu

Tujuh orang yang berhasil ditangkap rata-rata masih berusia muda. Bahkan, ada yang masih berstatus sebagai pelajar.

"Kami prihatin, masih anak-anak muda. Ada pelajar juga," katanya. 

Menurut Kapolda DIY, pihaknya sampai saat ini masih mendalami terkait peran masing-masing. Identitas ketujuh orang ini juga belum bisa disampaikan.

"Itu kan bareng-bareng, ya kami pilah-pilah nanti. Kira-kira (tujuh orang yang ditangkap). Afiliasi nya ke sana (kelompok suporter)," jelasnya.

Ahmad Dofiri menghimbau agar para suporter mendukung klub kebanggaannya dengan tertib dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

"Ini peringatan keras bagi suporter yang lain, boleh mendukung tetapi jangan menggunakan cara seperti itu. Korban bolak balik terjadi, karenanya, siapa pun pelakunya akan kami lakukan tindakan tegas dan terukur," tegasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang suporter PSS Sleman, Muhammad Asadulloh Alkhoiri (20) warga Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa tengah meninggal dunia setelah menjadi korban pelemparan batu saat perjalanan pulang ke rumah usai menyaksikan pertandingan di Stadion Maguwoharjo.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (19/01/2019) sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Solo Km 12,5, Kalasan, Sleman. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasangan 'Banteng Terluka' Dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Blora 2020

Pasangan "Banteng Terluka" Dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Blora 2020

Regional
Pembunuh Penghuni Rusun di Makassar Ditangkap, Motifnya Cemburu

Pembunuh Penghuni Rusun di Makassar Ditangkap, Motifnya Cemburu

Regional
Bertambah 12 Orang, Prajurit TNI Terpapar Corona Jadi 23

Bertambah 12 Orang, Prajurit TNI Terpapar Corona Jadi 23

Regional
Dituduh Jadi Pelakor, Wajah Gadis 17 Tahun Ini Nyaris Disilet

Dituduh Jadi Pelakor, Wajah Gadis 17 Tahun Ini Nyaris Disilet

Regional
Sakit Hati Sering Dimaki, Pria Ini Bunuh Istri Siri, Jasadnya Dibuang ke Semak

Sakit Hati Sering Dimaki, Pria Ini Bunuh Istri Siri, Jasadnya Dibuang ke Semak

Regional
Dua Anggota Geng Motor Perusak Madrasah di Tasikmalaya Ditangkap

Dua Anggota Geng Motor Perusak Madrasah di Tasikmalaya Ditangkap

Regional
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pemukulan Sopir Ambulans di Minahasa Utara

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pemukulan Sopir Ambulans di Minahasa Utara

Regional
Berjalan Dua Pekan, Simulasi Belajar Tatap Muka di Jateng Masih Dievaluasi

Berjalan Dua Pekan, Simulasi Belajar Tatap Muka di Jateng Masih Dievaluasi

Regional
Korban Ketiga Banjir Bandang Sukabumi Ditemukan di Sungai Cicatih

Korban Ketiga Banjir Bandang Sukabumi Ditemukan di Sungai Cicatih

Regional
Machfud Arifin: Pak Jokowi Saat Pilpres 2014 Juga Nomor 2, Ini Seperti Pertanda

Machfud Arifin: Pak Jokowi Saat Pilpres 2014 Juga Nomor 2, Ini Seperti Pertanda

Regional
Bantu Siswa Belajar Online, Pemkot Padang Buat Program Gabunet dan Wifi Gratis

Bantu Siswa Belajar Online, Pemkot Padang Buat Program Gabunet dan Wifi Gratis

Regional
Ibu Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Semak, Anak Menangis Ceritakan Perjuangan Korban Cari Nafkah

Ibu Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Semak, Anak Menangis Ceritakan Perjuangan Korban Cari Nafkah

Regional
Kenal di Medsos, Helfa Dibunuh Teman Kencan karena Menolak Berhubungan Badan, Ini Kronologinya

Kenal di Medsos, Helfa Dibunuh Teman Kencan karena Menolak Berhubungan Badan, Ini Kronologinya

Regional
Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Solo, Gibran-Teguh Nomor 1 dan Bajo Nomor 2

Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Solo, Gibran-Teguh Nomor 1 dan Bajo Nomor 2

Regional
Polisi Panggil Penyelenggara Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Tegal

Polisi Panggil Penyelenggara Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Tegal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X