Jebol Pagar dan Serang Petugas, 26 Narapidana Lapas Wamena Papua Kabur

Kompas.com - 22/01/2019, 20:24 WIB
Sejumlah personel Polres Jayawijaya mendatangi Lapas Wamena guna mengecek 11 napi yang kabur dan melakukan olah TKP, Jumat (02/11/2018). KOMPAS.com/IstimewaSejumlah personel Polres Jayawijaya mendatangi Lapas Wamena guna mengecek 11 napi yang kabur dan melakukan olah TKP, Jumat (02/11/2018).

JAYAWIJAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 26 narapidana di Lapas Klas II B Wamena, Kabupaten Jayapura berhasil melarikan diri dengan memanjat pagar, Selasa (22/1/2019) sekitar pukul 16.21 WIT.

Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda membenarkan adanya 26 narapidana di Lapas Klas II B Wamena melarikan diri. Kini sebanyak lima orang diantaranya berhasil ditangkap.

“Ada lima orang yang berhasil kami tangkap hingga saat ini. Kini kami masih melalukan pengejaran terhadap 21 orang lainnya,” ungkap Ananda saat dikonfirmasi Selasa malam.

Ananda mengatakan kronologis kejadian bermula seluruh kamar di Lapas dalam keadaan terkunci, selain kamar nomor 3 yang melaksanakan istirahat.

Baca juga: 11 Napi Kabur dari Lapas Wamena Papua

“Lalu seluruh narapidana di kamar nomor 3 kedapatan oleh petugas hendak kabur. Kemudian petugas dilempari batu oleh para narapidana,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Ananda, narapidana lainnya berlari menuju pos 3 untuk menjebol pagar kawat. Bahkan salah seorang dari mereka berhasil mendapatkan tangga dari dalam Lapas.

“Jadi para napi melarikan diri. Saat napi melarikan diri, petugas lapas bernama Perianus Bane Lakby yang berada di dalam Pos 3 kemudian loncat keluar pagar (diduga mengalami patah tulang pada lengan tangan kiri bawah dan pinggul),” ungkapnya.

Lantaran para narapidana telah berhasil melarikan diri, kata Ananda, pihaknya mendapat laporan dan kemudian langsung menuju lokasi kejadian untuk melalukan quick response dengan mengejar para narapidana.

Baca juga: 26 Tahanan di Lapas Wamena Kabur

“Sebanyak lima orang berhasil kami tanggap. Ada tiga orang terpaksa dilumpuhkan dengan tima panas lantaran mencoba melawan saat hendak ditangkap,” katanya.

Adapun para narapidana yang berhasil ditangkap yakni, Wekiron ditangkap dan dilumpuhkan dengan timah panas dibagian betis kanan, Yosafat W mendapat luka tembak dibagian betis kanan, kiri dan paha kiri, Anis Hesegem mendapat luka tembak di betis kiri.

“Sedangkan dua orang narapidana lainnya yakni Lori dan Eliana Matuan. Kini mereka telah diserahkan ke Lapas. Untuk yang mendapat luka tembak masih menjalani perawatan medis,” ujarnya.

Kejadian narapidana kabur di Lapas Wamena ini bukan hanya sekali terjadi. Pada November 2018 lalu sebanyak 11 narapidana juga berhasil kabur dari Lapas Wamena ini. Pada Juni 2016 tercatat dua narapidana kabur, lalu pada November 2016 sebanyak 26 narapidana juga kabur. Sementara pada Februari 2015, kejadian tiga narapidana kabur. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCR

Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCR

Regional
Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Regional
Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Regional
50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X