Penyintas Bencana di Sulteng Sebagian Mulai Tempati Huntara

Kompas.com - 22/01/2019, 17:18 WIB
 Huntara di Jalan Dayo Dara, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, mulai ditempati, Selasa (22/01/2019). Erna Dwi Lidiawati Huntara di Jalan Dayo Dara, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, mulai ditempati, Selasa (22/01/2019).

PALU, KOMPAS.com – Fatmawati (40), terlihat tersenyum bahagia ketika melihat ruangan yang akan ditempatinya malam ini.

Mulai Selasa (22/01/2019) malam, Fatma, suami dan anaknya tidak tidur di dalam tenda pengungsian lagi. Malam ini, mereka akan menempati hunian sementara di Jalan Dayo Dara, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Kepada KOMPAS.com, ibu satu anak ini mengaku sulitnya hidup di tenda pengungsian hampir 4 bulan lamanya. Rumahnya rata dengan tanah saat gempa bumi terjadi di Palu, 28 September 2018 lalu.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan hunian sementara ini. Tadi malam saat hujan deras air sudah masuk di dalam tenda. Mudah-mudahan malam ini kami bisa tidur nyaman di huntara ini,” kata Fatma, saat tengah melihat huntaranya.

Tak hanya Fatma yang tersenyum semringah, beberapa warga lain yang rumahnya hancur pascagempa, juga bisa tersenyum. Bahagia warga juga menjadi kebahagiaan bagi Rumah Zakat. Dimana, Rumah Zakat dengan berbagai donatur terus bersinergi dengan meluncurkan 200 hunian sementara untuk korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu.

Baca juga: Pemerintah Percepat Pembangunan Huntara dan Rekonstruksi di Sulteng dan NTB

Dari rencana 200 hunian, Rumah Zakat baru membuat 50 unit untuk 50 kepala keluarga. Kemudian, menyusul lagi huntara lainnya.

Huntara berukuran 3x4 meter persegi itu dibangun dengan menggunakan kontruksi baja ringan di Jalan Dayo Dara, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Recananya, hanya dua tahun warga tinggal di huntara, sebelum nantinya mereka akan menempati hunian tetap.

Menurut Strategic Partnership Division Head Rumah Zakat Didi Sabir, lahan seluas satu hektar ini merupakan milik Daeng (60).

“Kami bersyukur dengan kemurahan hati Pak Daeng yang mau meminjamkan lahannya untuk dijadikan huntara. Tempat ini kami pilih dengan harapan tidak banjir. Sebelum ini kami jadikan huntara, kami sudah melakukan asesmen. Dan hasil dari asesmen itu, daerah ini aman dari banjir,” katanya.

Untuk listrik, menurutnya, sudah ada ketentuannya. Para penyintas hanya diperbolehkan menggunakan tiga alat eletronik, televisi, dispenser, dan rice cooker. Atau, bisa juga televisi, kipas angin dan rice cooker.

Huntara yang dibangun oleh di jalan Dayo Dara ini merupakan sinergi dari 40 donatur Rumah Zakat. Beberapa diantaranya adalah Shopee, Komunitas Bukalapak, MT Telkomsel Palu, Outbox Malaysia, dan PT JTI Indonesia.

Ke depan, sinergi Rumah Zakat dan para donatur akan terus dilanjutkan untuk dapat menambah 300 hunian sementara lagi. Sehingga, total hunian sementara yang terbangun sebanyak 500 buah. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Regional
Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Regional
Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Regional
Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Regional
BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Regional
Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Regional
Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Regional
Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Regional
Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Regional
Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video 'Hancurkan Risma' Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video "Hancurkan Risma" Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Regional
Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Regional
Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Regional
6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

Regional
Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Regional
Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X