Kompas.com - 22/01/2019, 14:00 WIB
Salah satu lokasi galian pasir di kawasan bukit Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin) Kota Tasikmalaya yang hampir rata, Senin (3/12/2018) KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHASalah satu lokasi galian pasir di kawasan bukit Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin) Kota Tasikmalaya yang hampir rata, Senin (3/12/2018)

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, menilai banyaknya aktivitas galian C tanpa izin di Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari Kota Tasikmalaya, secara terang-terangan melakukan tindak pidana.

"Jangankan tanpa IUP (izin usaha pertambangan), perusahaan atau perorangan penambang pasir yang berizin pun, tanpa sesuai dengan tata ruang pemerintah daerah sudah murni pidana," jelas Ketua Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan Hardja, Selasa (22/1/2019).

Dadan menambahkan, sesuai data yang dimilikinya, galian C ilegal di wilayah Mangkubumi dan Bungursari, Kota Tasikmalaya, sudah dibiarkan selama 20 tahun lebih tanpa ada efek jera bagi para pelakunya.

Hal itu membuat bukit hilang, rusaknya lingkungan, hilangnya sumber air dan berakibat fatal terhadap bencana kekeringan yang dirasakan warga sekitar.

"Sudah jelas, kegiatan pertambangan itu akan merusak lingkungan. Kalau pun ada tata ruang yang mengizinkan usaha pertambangan di Kota Tasikmalaya, saya kira harus ada perubahan tata ruang di Kota Tasikmalaya," ungkapnya.

Baca juga: DPRD Kota Tasik Desak Pembelian Bukit Dianggarkan Lagi untuk Cegah Galian C Ilegal

Jika Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Provinsi Jawa Barat, benar-benar serius ingin menertibkan galian C ilegal yang berdampak pada rusaknya lingkungan, pihaknya meminta ada tindakan mulai dari administrasi sampai ke penegakan hukum pidana.

Selanjutnya, perubahan tata ruang oleh Pemkot Tasikmalaya di dua kecamatan tersebut yang tak memperbolehkan segala jenis aktivitas pertambangan galian C.

Sehingga, tak ada kesan meski tata ruang Kota Tasikmalaya tak memiliki zona pertambangan, tapi penambang pasir ilegal dengan bebas dan tanpa rasa takut menggali pasir di dua kecamatan tersebut.

"Kami berharap ada perubahan tata ruang untuk membuat jera para pelaku tambang ilegal di Kota Tasikmalaya," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas PUPR Kota Tasikmalaya mengklaim wilayahnya selama ini tak memiliki zona pertambangan galian pasir di seluruh wilayahnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X