Eli: Keuntungan Pesanan Sabun Cuci Rp 2 Miliar dari Jokowi untuk Umrah

Kompas.com - 21/01/2019, 22:30 WIB
Eli Liawati yang produk sabun cuci piringnya diborong oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi membeli sebanyak 100.000 botol atau senilai Rp 2 miliar.  Hal itu terjadi saat Jokowi meninjau pameran giat kewirausaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Serbaguna Mandala, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019). KOMPAS.com/IHSANUDDINEli Liawati yang produk sabun cuci piringnya diborong oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi membeli sebanyak 100.000 botol atau senilai Rp 2 miliar. Hal itu terjadi saat Jokowi meninjau pameran giat kewirausaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Serbaguna Mandala, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019).

GARUT, KOMPAS.com - Eli Eliawati (37), penerima Program Keluarga Harapan ( PKH) dari Kampung Cibitung, Desa Padahurip, yang mendapatkan pesanan sabun cuci senilai Rp 2 miliar dari Presiden Joko Widodo ( Jokowi), mengaku tak pernah bermimpi bisa mendapat rejeki sebesar itu.

Dari rejeki pesanan sabun sebanyak 100.000 botol dari Jokowi, Eli pun sudah merencanakan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah ke tanah suci bersama suami dan orangtuanya yang dulu sama sekali tidak terpikir jalannya.

Ketika ditemui di rumahnya Senin (21/1/2019), menurut Eli dirinya sama sekali tidak menyangka usaha sabun rumahan yang dijalaninya akan bisa mengantarnya pergi melaksanakan ibadah umrah ke tanah suci.

"Awalnya kan bikin sabun untuk dijual ke penerima PKH saja, minimal se-kecamatan Banjarwangi, jadi keuntungannya kecil," katanya.

Baca juga: Eli Kaget Sabun Cuci Piringnya Diborong Rp 2 Miliar oleh Jokowi

Saat menawarkan produknya kepada para penerima PKH pun, Eli sering bercanda jika keuntungannya juga tidak akan cukup untuk umrah.

Namun, ketika menerima pesanan sebanyak 100.000 botol dari Jokowi yang setara dengan Rp 2 miliar, jalan menuju tanah suci pun seolah terbuka lebar. Makanya, keuntungan dari pesanan sabun Jokowi akan digunakannya untuk umrah.

Bangun madrasah

Selain umrah, Eli juga punya rencana mulia lain. Dari keuntungan penjualan sabun ke Jokowi, rencananya Eli akan membangun ulang madrasah yang ada di depan rumahnya tempat kakaknya mengajar mengaji.

Madrasah tersebut pernah terbakar habis saat ada bencana kebakaran. Rencananya, saat ini bangunan madrasah tersebut akan digunakannya untuk gudang bahan baku dan hasil produksi sabun sebelum dikirim ke Jokowi.

Baca juga: Cerita Eli hingga Dapat Pesanan Sabun Cuci Rp 2 Miliar dari Jokowi, hingga Upaya Memproduksinya

"Nanti kan perlu gudang untuk nyimpan sabun jadi, nantinya pakai madrasah itu (sambil menunjuk bangunan yang ada di depan rumahnya), nanti juga saya mau bangun ulang," katanya.

Seperti diketahui, nama Eli Eliawati sendiri, saat ini memang tengah terkenal setelah sabun cuci produksi rumahan miliknya mendapat pesanan dari Presiden Jokowi sebanyak 100.000 botol senilai Rp 2 miliar.

Bukan hanya Eli yang senang, menurut Eli tetangganya pun saat ini ikut senang atas apa yang didapat Eli.

"Ya tetangga ikut senang saja saya terkenal," katanya sambil tersenyum malu. 

Baca juga: Order Sabun Cuci Rp 2 Miliar dari Jokowi Persatukan Eli dan Suaminya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X