DPRD Kota Tasik Desak Pembelian Bukit Dianggarkan Lagi untuk Cegah Galian C Ilegal

Kompas.com - 21/01/2019, 17:35 WIB
Lokasi salah satu galian pasir ilegal di Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin) Kota Tasikmalaya, Selasa (8/1/2019) KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHALokasi salah satu galian pasir ilegal di Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin) Kota Tasikmalaya, Selasa (8/1/2019)


TASIKMALAYA, KOMPAS.com - DPRD Kota Tasikmalaya mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menganggarkan kembali pembelian bukit sebagai fungsi resapan air, sebagai upaya pencegahan penambangan oleh pengusaha galian C ilegal.

Maraknya galian C tanpa izin di Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari, Kota Tasikmalaya, membuat masyarakat menderita karena terdampak rusaknya lingkungan dan penyebab bencana kekeringan.

"Satu kita akan desak Pemkot menganggarkan kembali untuk pembelian bukit. Kedua, pengawasan dari pemerintah dan unsur Muspida, terhadap galian C. Jangan sampai yang tak berizin bebas menggali dan merusak lingkungan," kata Anggota Komisi 1 DPRD Kota Tasikmalaya, Enjang Bilawini, Senin (21/1/2019).

Baca juga: Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Maraknya galian C ilegal, lanjut Enjang, disebabkan kurangnya pengawasan dari pemerintah melalui dinas terkait saat ini.

Sehingga, para penambang ilegal semakin bebas dalam melakukan aktivitas melanggar hukum.

"Ini tak bisa dibiarkan, harus segera diatasi sebelum semakin habis dan rusak lingkungan sekitar," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika bukit sebagai resapan air di wilayah Mangkubumi dan Bungursari telah dimiliki pemkot, penambang pasir ilegal tentunya tak akan berani untuk menganggu alam tersebut.

Terbukti, lanjut dia, bukit yang telah berhasil dibeli oleh pemkot sejak beberapa tahun lalu, tidak diganggu oleh penambang pasir ilegal tersebut.

"Buktinya, mereka para penambang tak berani menggali kalau bukit sudah dimiliki pemerintah," ujar dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, anggaran pembelian bukit sudah tidak ada lagi alokasi anggarannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X