Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DPRD Kota Tasik Desak Pembelian Bukit Dianggarkan Lagi untuk Cegah Galian C Ilegal

Kompas.com - 21/01/2019, 17:35 WIB
Irwan Nugraha,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi


TASIKMALAYA, KOMPAS.com - DPRD Kota Tasikmalaya mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menganggarkan kembali pembelian bukit sebagai fungsi resapan air, sebagai upaya pencegahan penambangan oleh pengusaha galian C ilegal.

Maraknya galian C tanpa izin di Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari, Kota Tasikmalaya, membuat masyarakat menderita karena terdampak rusaknya lingkungan dan penyebab bencana kekeringan.

"Satu kita akan desak Pemkot menganggarkan kembali untuk pembelian bukit. Kedua, pengawasan dari pemerintah dan unsur Muspida, terhadap galian C. Jangan sampai yang tak berizin bebas menggali dan merusak lingkungan," kata Anggota Komisi 1 DPRD Kota Tasikmalaya, Enjang Bilawini, Senin (21/1/2019).

Baca juga: Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Maraknya galian C ilegal, lanjut Enjang, disebabkan kurangnya pengawasan dari pemerintah melalui dinas terkait saat ini.

Sehingga, para penambang ilegal semakin bebas dalam melakukan aktivitas melanggar hukum.

"Ini tak bisa dibiarkan, harus segera diatasi sebelum semakin habis dan rusak lingkungan sekitar," ujar dia.

Jika bukit sebagai resapan air di wilayah Mangkubumi dan Bungursari telah dimiliki pemkot, penambang pasir ilegal tentunya tak akan berani untuk menganggu alam tersebut.

Terbukti, lanjut dia, bukit yang telah berhasil dibeli oleh pemkot sejak beberapa tahun lalu, tidak diganggu oleh penambang pasir ilegal tersebut.

"Buktinya, mereka para penambang tak berani menggali kalau bukit sudah dimiliki pemerintah," ujar dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, anggaran pembelian bukit sudah tidak ada lagi alokasi anggarannya.

Padahal, sebelumnya pernah ada alokasi untuk pembelian bukit untuk menjaga sumber mata air di wilayah Mangkubumi dan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Baca juga: Moratorium Galian C Jadi Solusi Tepat Selamatkan Lingkungan di Kota Tasik

"Kalau sekarang anggarannya tidak ada, kita mengalami kesulitan dalam penganggarannya karena sudah terpakai oleh pos lainnya," ujar dia.

Sebelumnya, beberapa lokasi penambangan pasir ilegal di wilayah Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari, Kota Tasikmalaya, masih terlihat bebas beroperasi sampai sekarang.

Seperti di Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin), terlihat beberapa titik galian C dengan alat berat dan antrian truk pengangkut pasir bebas melakukan aktivitasnya.

Para penambang liar seakan tak pernah jera dan tak mengindahkan serius operasi penertiban yang telah beberapa kali dilakukan oleh Polda Jawa Barat dan Dinas Satpol PP Provinsi Jawa Barat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com