Terkait Antraks, Pemkab Gorontalo Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Kompas.com - 21/01/2019, 15:23 WIB
Pemeriksaan sapi di Kabupaten Gorontalo KOMPAS.com/Kesmavet Gorontalo Pemeriksaan sapi di Kabupaten Gorontalo

GORONTALO, KOMPAS.com – Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo masih menunggu hasil Laboratorium Balai Besar Veteriner Maros terkait wabah antraks yang terjadi pada pekan lalu.

Mereka belum dapat memastikan apakah warga yang dirawat rumah sakit itu terpapar spora antraks oleh kambing yang baru disembelih atau dari sumber lain.

“Saat itu sudah tidak ada bangkainya, hanya sisa-sisanya yang diambil dari warga, itu yang dibawa ke Balai Besar Veteriner Maros,” kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo Femi Umar, Senin (21/1/2019). 


Baca juga: Wabah Antraks Kembali Serang Gorontalo

Femi menjelaskan, hasil uji lab nanti yang bisa mengatakan apakah kambing yang disembelih warga ini terkena antraks atau tidak. Meskipun ada korban antraks di rumah sakit, tapi belum diketahui penyebabnya.

“Bisa saja mereka terkena antraks dari penyebab lain,” tutur Femi Umar.

Sebelumnya diberitakan 2 orang dari Desa Bakti Kecamatan Pulubala divonis mengidap antraks saat menjalani perawatan di RS Dunda Limboto. Satu diantaranya sudah dinyatakan sembuh, dan seorang dalam penanganan dokter.

Wabah antraks pernah terjadi di Gorontalo yang menyebabkan warga mendapat perawatan. Mereka memakan daging kerbau setelah sebelumnya diperingatkan untuk tidak dimakan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X