Kompas.com - 21/01/2019, 12:28 WIB
Koordinator Maluku Crisis Center, Ikhsan Tualeka saat memberikan keterangan kepada wartawan di Ambon, Senin (21/1/2019) Kontributor Ambon, Rahmat Rahman PattyKoordinator Maluku Crisis Center, Ikhsan Tualeka saat memberikan keterangan kepada wartawan di Ambon, Senin (21/1/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Maluku Crisis Center (MMC), sebuah LSM yang bergerak di bidang HAM dan kemanusiaan di Maluku, meminta Presiden Joko Widodo membebaskan sejumlah tahanan politik yang terlibat kasus pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) dan juga tahanan teroris asal Maluku, yang saat ini mendekam di Nusakambangan.

Permintaan ini disampaikan Koordinator MMC, Ikhsan Tualeka, menyusul rencana dibebaskannya Ustaz Abu Bakar Ba'asyir yang merupakan narapidana kasus terorisme.

“Atas nama keadilan dan kemanusiaan, kami juga bermohon kepada Bapak Presiden Joko Widodo agar dapat membebaskan tahanan politik RMS dan narapidana teroris asal Maluku yang telah mengajukan grasi,” kata Ikhsan, saat menggelar konferensi pers, di Ambon, Senin (21/1/2019).

Baca juga: Para Santri di Ponpes Ngruki Akan Sambut Kedatangan Abu Bakar Baasyir

Dia menuturkan, pembebasan Ba'asyir tanpa syarat merupakan langkah maju penghormatan terhadap HAM dan nilai kemanusiaan yang patut diapresiasi oleh semua pihak.

“Untuk itu pula atas nama HAM dan kemanusiaan, kami meminta kepada Presiden untuk dapat membebaskan sejumlah tahanan politik dan tahanan teroris asal Maluku yang telah menjalani masa hukuman di atas 10 tahun,” ujar dia.

Ikhsan mengatakan, ada dua tahanan politik yakni Ruben Saija dan Johanis Saija, serta satu lagi napi terorisme yakni Idi Amin Tabrani Pattimura, yang telah mengajukan grasi namun belum juga direspons oleh Presiden.

Padahal, mereka telah menjalani masa hukuman lebih dari 10 tahun penjara.

“Kalau ustaz Abu Bakar Ba'asyir dibebaskan tanpa pengajuan grasi, maka atas nama keadilan, napi tahanan politik dan teroris yang mengajukan grasi harus dibebaskan. Ini soal keadilan dan kemanusiaan, mereka telah mengajukan grasi itu artinya mereka telah meminta ampun atas perbuatannya,” kata dia.

Baca juga: ICJR Pertanyakan Skema Pembebasan Abu Bakar Baasyir oleh Jokowi

Dia menambahkan, terkait masa hukuman yang dijalani para napi makar dan teroris asal Maluku, lembaga Amnesti Internasional dan Human Right Watch pernah menyampaikan sikapnya atas masalah tersebut.

“Menyadari bahwa kepemimpinan Pak Jokowi sangat menjunjung tinggi hukum keadilan dan HAM, maka bersama ini kami patut memohon kepada bapak Presiden untuk mengabulkan grasi para tahanan politik dan teroris asal Maluku. Bagi kami, keadilan untuk Maluku adalah keadilan untuk Indonesia,” ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X