Usai Tenggak Miras, Seorang Pemuda Perkosa Gadis ABG di Semak-semak

Kompas.com - 21/01/2019, 12:20 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaan KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi korban pemerkosaan

TIMIKA, KOMPAS.com - Seorang pemuda berinisial EM ditangkap karena memerkosa remaja berusia 14 tahun.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, Senin (21/1/2019), mengatakan, aksi asusila pelaku dilakukan pada 31 Desember 2018 di Jalan Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Timika, Papua.

Kasus ini bermula saat pelaku bertemu dengan korban pada sebuah acara di Kwamki Narama. Pelaku kemudian meminta korban untuk mencarikan seorang perempuan.

"Namun korban tidak menemukan perempuan yang dimaksud tersangka," kata Agung dalam press release, Senin.

Pelaku lalu mengajak korban untuk jalan-jalan hingga di jalan Mile 32, Kuala Kencana.

Di jalan terssbut, pelaku menghentikan sepeda motornya di sekitar hutan yang jauh dari permukiman.

Baca juga: Cemburu, Pacar Disekap, Dianiaya, dan Diperkosa

Pelaku kemudian mengajak korban duduk sejenak untuk menenggak sebotol minuman keras jenis vodka yang dibawanya.

"Korban sempat menolak dengan mengatakan 'saya lapar jadi kita dua pulang'. Kemudian tersangka berbicara dengan nada tinggi 'nanti saya kasih habis minuman saya dulu baru kita dua pulang, kamu jangan kepala batu'," jelas Agung menirukan ucapan pelaku.

Tak lama kemudian, pelaku berdiri dan menarik rambut korban lalu membawanya ke dalam semak-semak. Korban kemudian dipukul pada bagian mata kiri.

Pelaku terus menganiaya korban dengan pukulan berulang kali. Bahkan pelaku sempat menggigit bagian tubuh korban hingga lemas tak berdaya.

"Setelah itu tersangka membuka celana korban. Korban sempat meronta dan menendang tersangka, namun tersangka malah kembali memukul korban. Tersangka melanjutkan perbuatan bejatnya memperkosa korban," kata Agung.

Baca juga: Diajak Nonton Organ Tunggal, Siswi SMA Diperkosa Pacar dan 4 Temannya

Pelaku kini dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Dalam kasus ini penyidik mengamankan barang bukti berupa satu kaos warna hitam, dan satu celana warna hitam.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dirut Bank di Salatiga Bantah Uang Nasabah Rp 1 M Raib: Transaksi Dilakukan di Luar Kantor

Dirut Bank di Salatiga Bantah Uang Nasabah Rp 1 M Raib: Transaksi Dilakukan di Luar Kantor

Regional
3 Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes

3 Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes

Regional
Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Regional
Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Regional
Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Regional
Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Regional
Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Regional
Jejak Perjalanan Warga Rohingya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Jejak Perjalanan Warga Rohingya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Regional
Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Regional
Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Regional
Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan 'Drive-Thru'

Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan "Drive-Thru"

Regional
Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Regional
Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Regional
Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Regional
Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X