Titiek Soeharto: Debat Capres-Cawapres Jangan Kayak Cerdas Cermat

Kompas.com - 20/01/2019, 14:55 WIB
Siti Hediati Hariyadi atau dikenal dengan Titiek Soeharto saat membeli nasi jagung di Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Minggu (20/1/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKSiti Hediati Hariyadi atau dikenal dengan Titiek Soeharto saat membeli nasi jagung di Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Minggu (20/1/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal Titiek Soeharto mengkritik pelaksanaan debat calon presiden dan calon wakil presiden perdana yang berlangsung pada Kamis (17/1/2019) malam lalu.

Menurutnya, debat yang diikuti oleh dua pasangan calon itu tak ubahnya seperti cerdas cermat.

"Kita milih Presiden, bukan milih ketua RT, RW. Jadi lebih serius lah. Jangan kayak cerdas cermat gitu," katanya saat mengunjungi Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Minggu (20/1/2019).

Baca juga: Debat Selanjutnya, KPU Tak Akan Berikan Kisi-kisi ke Paslon

Politisi Partai Berkarya itu bahkan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara Pemilu untuk mencontoh debat capres-cawapres di negara-negara maju. Sehingga masyarakat tidak hanya disuguhi tontonan, melainkan juga mendapat pemahaman tentang visi dan misi masing - masing kandidat.

"Katanya mau nyontek demokrasi Amerika dan negara-negara besar. Untuk ini nyontek aja juga gitu ya. Bagaimana debat capres itu harus betul-betul. Jadi rakyat ini disuguhi bukan tontonan ya, tapi mengetahui visi misi yang akan diberi kepercayaan untuk memimpin bangsa ini," jelasnya.

"Jangan kayak cerdas cermat lah itu. Serius lah," imbuhnya.

Titiek Soeharto juga mengkritik kisi-kisi pertanyaan debat yang diberikan KPU kepada pasangan calon sebelum berdebat. Menurutnya, menjadi sesuatu hal yang lucu ketika pemandu debat menyatakan pertanyaan masih tersegel namun isinya sudah diketahui terlebih dahulu.

Baca juga: KPU Berencana Ubah Format Debat untuk Optimalkan Penampilan Kandidat

"Ini kata medsos neh, pertanyaanya masih disegel, si pembawa acara (bilang) pertanyaan masih disegel tapi pertanyaan sudah dikreppean (dicontekan). Lucu ya. Ini pemilihan kepala negara ya," ungkapnya.

Debat perdana yang berlangsung pada Kamis (17/1/2019) itu diikuti oleh pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Regional
Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Regional
Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Regional
Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X