Polisi Bantah Kriminalisasi Nelayan Seperti yang Dituduhkan Sandiaga Uno

Kompas.com - 18/01/2019, 21:12 WIB
Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya (dua dari kanan) dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana (tengah) mengklarifikasi isu persekusi dan kriminalisasi yang terjadi di Karawang, Jumat (18/1/2019). KOMPAS.com/FARIDA FARHANKapolres Karawang AKBP Slamet Waloya (dua dari kanan) dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana (tengah) mengklarifikasi isu persekusi dan kriminalisasi yang terjadi di Karawang, Jumat (18/1/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya menyebut tidak benar terdapat persekusi dan kriminalisasi terhadap Najib, warga asal Pasirputih, Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.
 
"Tidak benar ada persekusi atau kriminalisasi terhadap saudra NJ di wilayah hukum Polres Karawang. Kalaupun ada, silakan dilaporkan kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, dan tentunya akan kita proses hukum pidana sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Slamet saat klarifikasi isu persekusi yang dilontarkan Sandiaga Uno dalam debat pilpres, Jumat (18/1/2019).
 
Menurut Slamet, pengertian persekusi ialah pemaksaan kehendak kepada seseorang. Slamet juga membantah Najib mengalami kriminalisasi. Sebab proses hukum dilakukan secara transparan.
 
"Terlapor juga ada penasihat hukumnya, dan bisa dipertanggujawabkan secara hukum," tambahnya.
 
Slamet juga membeberkan fakta-fakta hukum yang berkaitan dengan Najib. Ia menyebut ada dua perkara yang dilaporkan ke Polsek Cilamaya dan Polres Karawang.

Baca juga: Nelayan dan Difabel Ini Disebut Sandiaga dalam Debat Pilpres 2019
 
Pertama, kata dia, kasus yang dilaporkan ke Polsek Cilamaya ialah penganiayaan dengan Najib sebagai pelapor sekaligus korban. Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, polisi menetapkan SH sebagai tersangka. SH merupakan salah satu anggota kelompok masyarakat (pokmas) yang bergerak di bidang lingkungan.
 
"Berdasarakan keterangan saksi dan visum et repertum, ditemukan pidana pasal 352 KUHP atau penganiayaan ringan," katanya.
 
Saat ini, kata dia, kasus tersebut dalam proses pemberkasan. Rencananya, minggi depan akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karawang untuk diproses lebih lanjut.
 
Slamet juga menjelaskan kronologi penganiaayaan tersebut. Najib diketahui telah menebang dan menambang pasir yang menurut pengakuannya digunakan untuk membuat halaman rumah. Najib sudah diminta membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.
 
"Yang bersangkutan sudah membuat surat pernyataan dan masih dilakukan lagi, sehingga menbuat tersangka (SH) menegur, kemudian terjadi cekcok dan terjadilah penganiayaan," katanya.
 
Sementara kasus kedua, kata dia, dilaporkan ke Polres Karawang oleh Wawan Setiawan, polisi khusus (Polsus) dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang. Najib dilaporkan atas dugaan penambangan pasir tanpa izin dan perusakaan ekosistem wilayah laut. Kasus ini dilaporkan pada Oktober 2018.
 
"Dalam penyelidikan tersebut, kami sudah melakukan interogasi dan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi," katanya.
 
Pihaknya, kata dia, juga telah dua kali melayangkan undangan klarifikasi kepada Najib. Hanya saja, Najib tidak memenuhi pemanggilan tersebut tanpa keterangan yang jelas.
 
"Ini juga menjadi salah satu kendala proses hukum tersebut," katanya.
 
Sebelumnya, dalam debat Pilpres di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019) malam, Sandiaga menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang nelayan bernama Najib di Karawang, Jawa Barat, yang menurut dia dikriminalisasi dan dipersekusi karena mengambil pasir di mangroove untuk menanam pohon.

Baca juga: Ketika Pertamina dan BUMN Tangkal Hoaks soal Indonesia Akan Bubar
 
Sandiaga lantas menyatakan kasus yang dialami Najib merupakan bukti adanya ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil.
 
"Banyak persekusi tidak terpantau. Yang besar saja naik. Sementara kasus ke wong cilik tak terpantau dengan baik. Di bawah Prabowo-Sandi hukum ditegakkan. Jangan hukum dipakai memukul lawan tapi melindungi kawan," kata Sandiaga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Regional
Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Regional
Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Regional
Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Regional
Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Regional
Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Regional
PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

Regional
Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Regional
Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Regional
2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

Regional
29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

Regional
Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Regional
Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Regional
BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X