Ketika Pertamina dan BUMN Tangkal Hoaks soal Indonesia Akan Bubar

Kompas.com - 18/01/2019, 19:30 WIB
Seminar energi menangkal hoaks tentang Indonesia krisis BBM dan banyak BUMN yang bangkrut digelar di Universitas Negeri Makassar (UNM),  Jumat (18/1/2019).KOMPAS.com/HENDRA CIPTO Seminar energi menangkal hoaks tentang Indonesia krisis BBM dan banyak BUMN yang bangkrut digelar di Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (18/1/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Banyaknya informasi hoaks yang beredar tentang pasokan BBM PT Pertamina menipis dan banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bangkrut, Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) menggelar seminar di kalangan mahasiswa, Jumat (18/1/2019).

Seminar yang diselenggarakan di lantai 3 gedung Phinisi Makassar ini menghadirkan Nicke Widyawati (direktur utama PT Pertamina) dan Fajar Harry Sampurno (deputi menteri BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media).

Seminar Energi menangkal hoaks yang bertemakan "Peran BUMN Migas Dalam Menopang Ketahanan Energi Nasional" ini dipandu oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ISNU Kholid Syeirazi dan dihadiri sekitar 500 mahasiswa serta akademisi.

Rektor UNM Prof Husain Syam yang ditemui usai seminar mengatakan, pihaknya sengaja menggelar seminar ini dengan bekerja sama ISNU untuk menangkal kabar hoaks yang marak beredar di masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

Baca juga: Melawan Isu Hoaks Pemilu 2019

Dengan seminar ini, ia berharap masyarakat dan mahasiswa bisa tahu fakta sebenarnya dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks yang beredar bahwa Indonesia akan bubar.

“Banyak sekali informasi hoaks yang beredar di masyarakat dan mahasiswa, termasuk cadangan pasokan BBM Pertamina menipis dan banyak BUMN yang bangkrut. Nah, dengan seminar ini kita datangkan langsung narasumbernya, yakni Dirut PT Pertamina dan salah satu deputi BUMN. Jadi tidak benar itu kabar hoaks yang beredar bahwa bangkrut, bahkan hingga mengatakan Indonesia akan bubar,” katanya.

Saat seminar berlangsung, akademisi dan mahasiswa mengajukan pertanyaan kepada narasumber terkait informasi tentang BBM dan BUMN. Misalnya, salah satu peserta mengajukan pertanyaan tentang Indonesia krisis BBM dan PT Pertamina merugi serta akan bangkrut. Pertanyaan itu langsung dijawab dirut PT Pertamina.

“Pertamina baik-baik saja, kami lebih baik dari sebelumnya,” kata Nicke Widyawati.

Nicke juga mengungkapkan, saat ini beberapa ladang minyak yang sebelumnya dikelola pihak swasta telah kembali kepada negara, dan kini sedang dikelola oleh PT Pertamina.

Salah satu ladang minyak yang kini sedang dikelola kembali PT Pertamina, yakni blok Rokan.

“Di Blok Rokan itu ada sumur minyak tua yang sedang kita kelola dan kembali difungsikan. Ada beberapa ladang minyak di Indonesia yang sedang kita kelola juga selain Rokan setelah kembali ditangani oleh pemerintah Indonesia. Dengan pengelolaan ladang minyak ini, ke depannya impor minyak mentah Indonesia akan berkurang,” jelasnya.

Baca juga: Hoaks Sepekan, Kemenkes Minta Biodata hingga Kapal Tenggelam

Fajar Harry Sampurno menyatakan, PT Pertamina dalam kondisi baik, termasuk keuangannya. Fajar pun menepis informasi hoaks yang beredar bahwa banyak BUMN yang merugi dan bangkrut.

“Sejak 20 tahun, banyak memang BUMN yang merugi. Tapi hingga pada tahun 2002, jumlah BUMN yang merugi mencapai 31 badan usaha. Namun setelah 4 tahun terakhir dikelola dengan baik, sisa 5 BUMN yang tidak sehat dan dianggap mati. Namun semua BUMN dalam kondisi sehat dan menguntungkan negara,” tandasnya.


Terkini Lainnya


Close Ads X