Kompas.com - 17/01/2019, 14:40 WIB
KARAWANG, KOMPAS.com - Mulai 1 Februari 2019, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dilarang masuk ke Terminal Klari, Karawang. Pemindahan ini mendapat penolakan dari agen dan sejumlah pengguna bus AKAP dan AKDP.
 
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang Arief Bijaksana Maryugo mengungkapkan, kewenangan pengelolaan bus AKAP dan AKDP ada pada pemerintah provinsi dan pusat. Sementara pemerintah kabupaten hanya berwenang mengelola terminal tipe C.
 
Hal ini sesuai Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 34 ayat (1).
 
"Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Terminal Cikampek merupakan terminal tipe A.  Sekarang terminal tipe A Cikampek sudah selesai diperbaiki dan siap beroperasi. Jadi kami dorong sesuai fungsinya," kata Arief, Kamis (17/1/2019).
 
 
Arief mengungkapkan, Dishub Karawang mencoba menata terminal Klari untuk angkutan perkotaan (angkot). Tujuannya agar angkot titik pemberangkatannya dari terminal. 
 
"Akan akan menata Terminal Klari untuk angkutan perkotaan," katanya.
 
Ia menambahkan, untuk lintasan bus, terutama bus Warga Baru dan Agra Mas yang biasa berangkat dari Terminal Klari sementara pemberangkatannya dari pool masing-masing.
 
"Lintasan bus tidak berubah," katanya.
 
Pihaknya, kata dia, akan menampung keberatan dari pengusaha atau agen bus. Minggu depan, pihaknya akan duduk bersama dengan pihak-pihak terkait untuk membahas solusi.
 
"Kami siap menampung keberatan agen bus. Kita cari solusinya bagaimana baiknya dan tidak melanggar aturan," katanya.
 

Tolak pemindahan

 
Sementara itu, sejumlah agen bus di Terminal Klari menolak pemindahan bus AKAP dan AKDP ke Terminal Cikampek. Alasannya, Terminal Cikampek dinilai tidak memenuhi standar sebagai terminal tipe A.
 
"Tentu kami (agen) keberatan, menolak," kata Salah satu petugas agen bus Murni Jaya Eko Yulianto.
 
Eko mengungkapkan beberapa alasan penolakan tersebut. Di antaranya Terminal Cikampek dinilai tidak sesuai standar terminal tipe A. Apalagi, luas terminal tersebut tidak lebih luas dari Terminal Klari.
 
 
"Dilihat dari segi mananya Terminal Cilampek sebagai terminal tipe A. Sebab, fasilitasnya tidak sesuai standarisasi terminal tipe A. Minimal seperti Terminal Pulogebang, itu menurut kami baru sesuai standar," katanya.
 
Apalagi, kata dia, lalu lintas di Cikampek semrawut. Ditambah lokasi Terminal Cilampek yang dinilai tak lebih strategis dari Terminal Klari.
 
"Nanti Cikampek akan lebih semrawut," katanya.
 
Eko menyebut jika saja Terminal Cikampek sesuai standar terminal tipe A, terutama perihal fasilitas, pihaknya tidak akan keberatan.
 
"Jika fasilitas sesuai kami tidak punya pilihan lain selain mematuhi. Toh ini tanah pemda. Hijrah itu kan harus ke uang lebih baik, bukan ke yang lebih tidak baik," tambahnya.
 
 
Saat ini, kata dia, para agen yang tergabung dalam paguyuban bus AKAP dan AKDP Terminal Klari tengah menunggu keputusan perihal pemindahan tersebut.
 
"Kami belum tahu nanti mau bagaimana, mau buka agen di pinggir jalan atau bagaimana. Kami menunggi audiensi dengan pihak-pihak terkait," katanya.
 
Ia juga menyebut pemindahan tersebut tidak ada sosialisasi. 
 
"Kami cuma mendapat surat pemberitahuan," katanya. 
 
Arie, pengguna bus AKAP mengaku tak setuju dengan pemindahan tersebut. Alasannya, lokasi Terminal Cilampek jauh dari tempat tinggalnya di Klari. Belum lagi lalu lintas Cikampek menurutnya semrawut.
 
"Pasti tambah macet. Lokasinya juga kurang strategis," katanya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Regional
Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Regional
KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati

KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati

Regional
Lewat Bonebol Half Marathon, Bupati Hamim Dukung Pengembangan Olahraga Bone Bolango

Lewat Bonebol Half Marathon, Bupati Hamim Dukung Pengembangan Olahraga Bone Bolango

Regional
Peduli Kesejahteraan Guru, Bupati Hamim Bakal Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Peduli Kesejahteraan Guru, Bupati Hamim Bakal Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Regional
Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Regional
Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan

Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan

Regional
Warga Kota Medan Bisa Berobat Gratis Mulai 1 Desember, Walkot Bobby Minta Jajarannya Sosialisasikan

Warga Kota Medan Bisa Berobat Gratis Mulai 1 Desember, Walkot Bobby Minta Jajarannya Sosialisasikan

Regional
Cegah Stunting di Samarinda, Elnusa Petrofin Gelar Penyuluhan Gizi Seimbang

Cegah Stunting di Samarinda, Elnusa Petrofin Gelar Penyuluhan Gizi Seimbang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.