Alasan Polisi Tetapkan Artis VA Jadi Tersangka Kasus Prostitusi "Online"

Kompas.com - 17/01/2019, 12:32 WIB
ES, tersangka mucikari artis VA masih diperiksa intensif di Polda Jatim, Kamis (10/1/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALES, tersangka mucikari artis VA masih diperiksa intensif di Polda Jatim, Kamis (10/1/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com — Artis peran VA ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online yang melibatkannya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, polisi akhirnya menetapkan artis VA sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam penyebaran atau transmisi konten asusila melalui media elektronik.

Artis VA, lanjut dia, diduga melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 Ayat 1 tentang Kesusilaan yang berbunyi:

"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan".

Baca juga: 5 Fakta Kasus Artis VA di Surabaya: Sebar Foto dan Video Syur hingga Jadi Tersangka UU ITE

Konten asusila itu, menurut Luki, berdasarkan hasil pemeriksaan digital forensik penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Timur. Artis VA mengirim gambar dan video vulgar dirinya kepada salah seorang mucikari untuk kepentingan prostitusi.

"Gambar dan video itu didukung konten percakapan yang mengarah kepada prostitusi," ujarnya.

Atas dugaan perbuatan tersebut, artis VA terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda sebesar Rp 1 miliar.

Baca juga: Polisi: Mucikari ES Punya Banyak Koleksi Foto dan Video Vulgar Artis VA

Polda Jawa Timur mengklaim sebagai institusi Polri pertama yang memberi status tersangka kepada penyedia jasa dalam kasus prostitusi.

"Selama ini, perempuan penyedia jasa prostitusi hanya sebagai saksi," tuturnya.

Artis VA diamankan dalam penggerebekan praktik prostitusi di Surabaya pada 5 Januari lalu. Dalam rangkaian penggerebekan, polisi juga mengamankan model perempuan berinisial AS. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X