Kisah Irwan, Petugas Damkar Klaten yang 80 Kali Disengat Tawon "Ndas"

Kompas.com - 16/01/2019, 15:10 WIB
Petugas Damkar Klaten Irwan Santoso ditemui di Klaten, Jawa Tengah, Senin (14/1/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPetugas Damkar Klaten Irwan Santoso ditemui di Klaten, Jawa Tengah, Senin (14/1/2019).


KLATEN, KOMPAS.com — Irwan Santoso pernah mengalami 80 kali sengatan tawon Vespa affinis atau warga lokal menyebutnya tawon endas atau ndas yang berkembang di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dua tahun terakhir.

Sebagai petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Irwan mengatakan, melaksanakan pemberantasan sarang tawon merupakan hal baru bagi dirinya. Selama ini, ia harus berjibaku memadamkan api saat terjadi kebakaran.

Pengalamannya melaksanakan pemberantasan terhadap sarang tawon dimulai tahun 2017. Ia mendapat laporan untuk melaksanakan operasi tangkap tawon (OTT) di Kecamatan Cawas.

Bersama tim OTT, Irwan bergerak menuju lokasi OTT. Begitu sampai di lokasi, Irwan dan tim OTT langsung diserang kawanan tawon Vespa affinis.

Baca juga: BERITA POPULER NUSANTARA: Fenomena Serangan Tawon di Klaten hingga Lolosnya Anies dari Sanksi Bawaslu

Tim OTT lain berhasil menyelamatkan diri dari serangan tawon, Irwan justru terjebak di dalam mobil. Irwan yang belum memakai alat pelindung diri mendapat serangan dari puluhan tawon.

Sekujur tubuh Irwan pun penuh dengan sengatan tawon. Kemudian, Irwan dilarikan ke Poliklinik Palang Merah Indonesia (PMI) Klaten untuk mendapat penanganan medis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada sekitar 20 sengatan tawon di sekujur tubuh saya. Saya kira di dalam mobil itu aman. Ternyata tawon masuk melalui sela-sela mesin mobil dan sebagainya," kata Irwan, Senin (14/1/2019).

Irwan menjelaskan, fenomena munculnya tawon ndas di Klaten terjadi pada akhir tahun 2016. Namun, pemberantasan sarang tawon tersebut baru dilaksanakan tahun 2017.

Irwan menyebutkan, selama tahun 2017 ada sekitar 217 sarang tawon Vespa affinis yang berhasil dimusnahkan. Kemudian, tahun 2018 ada 247 sarang yang dimusnahkan dari 300-an laporan warga.

Menurut Irwan, keganasan tawon ndas telah mengakibatkan sedikitnya tujuh orang meninggal dunia selama dua tahun terakhir. Tawon ini bisa menyengat korbannya berulang kali sampai racun di tubuh tawon itu habis.

Racun tawon Vespa affinis menyerang sistem ginjal. Jika tidak ditangani dengan cepat, maka racun tawon akan menyerang ginjal dan dapat menyebabkan kematian.

"Dua tahun terakhir sudah ada tujuh warga Klaten yang meninggal karena sengatan tawon Vespa affinis," katanya.

Meski sudah banyak yang dimusnahkan, sarang tawon ini masih banyak ditemukan di beberapa wilayah di Klaten.

Di awal tahun 2019, Damkar Klaten telah memusnahkan sekitar 15 sarang tawon, sedangkan dalam proses pemusnahan masih ada sekitar 30 sarang tawon.

Tawon Vespa affinis suka membuat sarang di pohon. Paling banyak sarang tawon ini ditemukan di daerah permukiman warga. Tempatnya tersembunyi, jauh dari aktivitas manusia.

"Tawon ini dapat hidup di cuaca yang panas," urainya.

Persebaran sarang tawon Vespa affinis merata di berbagai daerah di Klaten. Di tahun 2018 paling banyak ditemukan di Klaten Utara. Irwan menguraikan, pengendalian tawon Vespa affinis dilakukan dua cara.

"Pengendalian pertama kami sedot pakai blower. Ini biasanya kami lakukan di permukiman. Sarang tawon kami hisap masuk ke blower lalu kami musnahkan. Karena kalau ratunya lepas bisa membuat sarang baru lagi," katanya.

Baca juga: Duduk Perkara Fenomena Sengatan Maut Tawon Ndas

Pengendalian selanjutnya, sambung Irwan, dengan cara dibakar. Ini dilakukan apabila sarang tawon berada di pohon. Pemusnahan sarang tawon biasa dilaksanakan pada malam hari.

"Metode pembakaran perlu khusus. Apinya kita buat besarnya harus menutup sarang. Ketika keluar sayapnya akan terbakar," ujarnya.

Laboratorium Ekologi Hewan, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sih Kahono menambahkan, sumber pakan yang melimpah membuat populasi tawon Vespa affinis meningkat. Hal inilah yang membuat populasi tawon jenis ini meningkat sejak dua tahun terakhir di Klaten.

"Kemampuan reproduksi tawon Vespa affinis itu yang betina bisa menghasilkan telur dalam fase periode hidup bisa puluhan ribu hingga ratusan ribu. Musim hidupnya cukup panjang sehingga mendorong populasi tawon ini sangat tinggi," jelas dia.

Kahono juga menjelaskan, meningkatnya populasi tawon ini juga karena kemampuannya mengembangkan koloni baru atau ratu baru.

Kemampuan mengembangkan koloni baru ini didukung dengan melimpahnya sumber pangan, lingkungan serta tidak adanya hewan pesaingnya.

"Yang menjadi masalah kalau tawon ini bersarang di permukiman warga. Tawon ini bisa menyerang kalau kondisinya terancam. Inilah yang kemudian mengkhawatirkan bagi warga," kata dia.

Lebih lanjut, sarang tawon tersebut boleh saja dimusnahkan dengan cara bijaksana. Artinya, jika keberadaan tawon tersebut sudah benar-benar mengkhawatirkan bagi keselamatan masyarakat.

"Tidak kemudian juga membunuh, memberantas koloni-koloni yang sebenarnya tidak apa-apa. Tidak berbaya terhadap manusia. Seperti di pohon yang tinggi, dan tempat-tempat yang tidak ada aktivitas manusia. Tapi kenapa itu harus dibunuh juga? Biarlah hewan itu hidup dengan catat berilah tanda di sekitar sarang tawon itu supaya tidak didekati manusia," ungkapnya.

Kompas TV Mereka memilih menghentikan pencarian jenazah pendaki asal Brebes, Saidin.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.