Ganjar: Orangtua Rela Pindah KK demi Masukkan Anak ke Sekolah Favorit

Kompas.com - 16/01/2019, 14:14 WIB
Melalui akun Instagram resminya, Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghapus syarat SKTM dalam PPDB 2019 Jawa Tengah. Dok. Instagram @ganjar_pranowoMelalui akun Instagram resminya, Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghapus syarat SKTM dalam PPDB 2019 Jawa Tengah.

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan wejangan dalam Rembug Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMA/SMK Negeri Provinsi Jateng 2019-2020 di Wisma Perdamaian, Semarang, Rabu (16/1/2019)

Dalam forum tersebut, Ganjar menyebutkan, saat ini mulai banyak orang tua calon siswa yang rela memindahkan Kartu Keluarga ( KK) di zona sekolah yang hendak didaftar.

Itu dilakukan agar sang anak bisa masuk di sekolah favorit yang dikehendaki.

"Saat ini sudah terjadi, banyak orang tua siswa yang mendadak pindah Kartu Keluarga (KK) untuk tujuan mengejar sekolah-sekolah favorit," kata Ganjar.

Pria 50 tahun ini menegaskan, persoalan SKTM yang diajukan sebagai salah satu syarat masuk yang sempat bermasalah tahun 2018 lalu kini telah dihapus oleh Kementerian melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun, penghapusan SKTM dinilai belum menyelesaikan seluruh persoalan. Ganjar mengaku menemukan banyak orang tua siswa yang berusaha memasukkan anaknya di sekolah-sekolah favorit.

"Mereka dikhawatirkan akan mempermainkan sistem zonasi yang telah ditetapkan," tambahnya.

Baca juga: Disdik dan Sekolah di Depok Sambut Baik Penghapusan SKTM Saat PPBD

Ganjar menambahkan, perpindahan KK orang tua menjelang pendaftaran anak didik tidak terelakkan. Perpindahan KK adalah dokumen asli karena dikeluarkan oleh pemerintah.

Namun demikian, pemindahan alamat di dalam KK diduga dilakukan agar anak didik bisa masuk di sekolah favorit yang dituju.

"Sistem zonasi sekolah otomatis akan membatasi wilayah pada kelurahan dan desa. Sebanyak 90 persen siswa harus berasal dari wilayah terdekat dari sekolah. Sisanya, 5 persen dari jalur prestasi dan 5 persen lagi dari jalur pindah," tambahnya.

Ganjar berpesan agar pihak sekolah dan masyarakat terkait melaporkan jika ada indikasi penyimpangan. Itu agar orang tua tidak mengakali peraturan pendaftaran siswa.

"Tolong awasi betul persoalan zonasi ini. Sekarang sudah terjadi, banyak orang tua siswa yang pindah KK untuk mengejar agar anaknya masuk sekolah favorit," tandasnya.

"Jangan ada setelah SKTM dihapus, ada akal-akalan pindah ke KK. Jangan, tolong jangan ada akal-akalan lagi," pesannya.

Persoalan SKTM sebelumnya menjadi polemik di Jawa Tengah. Hal itu karena saat PPDB di Jawa Tengah tahun 2018 lalu ada lebih dari 78.000 SKTM yang digunakan untuk mendaftarkan, ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Diadukan ke KPK

Kasus Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Diadukan ke KPK

Regional
Gubernur Kalbar Copot 2 Kepala SMK, PGRI: Tidak Boleh Sewenang-wenang

Gubernur Kalbar Copot 2 Kepala SMK, PGRI: Tidak Boleh Sewenang-wenang

Regional
Demonstran Penolak RUU HIP Boleh Bertemu Anggota Dewan, asal Ikut Rapid Test

Demonstran Penolak RUU HIP Boleh Bertemu Anggota Dewan, asal Ikut Rapid Test

Regional
Dalam 3 Hari, Pasien Corona di Kalsel Bertambah 403 Orang, Kini Catat 4.621 Kasus

Dalam 3 Hari, Pasien Corona di Kalsel Bertambah 403 Orang, Kini Catat 4.621 Kasus

Regional
14.483 Orang Mengungsi dan 24 Jiwa Meninggal Akibat Banjir Masamba

14.483 Orang Mengungsi dan 24 Jiwa Meninggal Akibat Banjir Masamba

Regional
Pasien Covid-19 di Ogan Ilir Mencapai 107 Orang, Kantor Pemkab Ditutup

Pasien Covid-19 di Ogan Ilir Mencapai 107 Orang, Kantor Pemkab Ditutup

Regional
Karyawan Toko Positif Covid-19, Pusat Belanja BTC Solo Tutup 7 Hari

Karyawan Toko Positif Covid-19, Pusat Belanja BTC Solo Tutup 7 Hari

Regional
Cegah Penumpukan Warga, Pemkot Mataram Matikan WiFi Gratis di Ruang Publik

Cegah Penumpukan Warga, Pemkot Mataram Matikan WiFi Gratis di Ruang Publik

Regional
Anaknya Tidak Lolos PPDB, Puluhan Orangtua Gembok SMA 5 Padang

Anaknya Tidak Lolos PPDB, Puluhan Orangtua Gembok SMA 5 Padang

Regional
Wakil Bupati OKU Selatan Positif Corona, Ajudan hingga Keluarga Diisolasi

Wakil Bupati OKU Selatan Positif Corona, Ajudan hingga Keluarga Diisolasi

Regional
Seorang Tersangka Kasus Pungli PDAM Kudus Dinyatakan Positif Corona

Seorang Tersangka Kasus Pungli PDAM Kudus Dinyatakan Positif Corona

Regional
Pasien Covid-19 dari Klaster Secapa AD Bandung Tersisa 948 Orang

Pasien Covid-19 dari Klaster Secapa AD Bandung Tersisa 948 Orang

Regional
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Minta Tes PCR Diperbanyak

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Minta Tes PCR Diperbanyak

Regional
Sayangkan Penyelundupan Anemon, Gubernur NTT: Masyarakat Harus Jaga Kekayaan Laut

Sayangkan Penyelundupan Anemon, Gubernur NTT: Masyarakat Harus Jaga Kekayaan Laut

Regional
Komplotan Pembuat KTP Palsu Mengaku Bisa Urus KTP dalam Sehari, Biayanya Rp 1,5 Juta

Komplotan Pembuat KTP Palsu Mengaku Bisa Urus KTP dalam Sehari, Biayanya Rp 1,5 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X