Kajari Beberkan Modus Pemotongan Insentif di Lingkup BPPKAD Gresik

Kompas.com - 16/01/2019, 06:02 WIB
Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika (dua dari kanan), saat memeberikan keterangan kepada awak media, Selasa (15/1/2019) malam. KOMPAS.com / HAMZAHKajari Gresik Pandoe Pramoekartika (dua dari kanan), saat memeberikan keterangan kepada awak media, Selasa (15/1/2019) malam.

GRESIK, KOMPAS.com – Satu orang berinisial MM sudah ditetapkan sebagai tersangka dari pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di kantor Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( BPPKAD) Pemkab Gresik, di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo No 245, Gresik, pada Senin (14/1/2019) sore.

Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika mengatakan, jumlah tersangka tidak menutup kemungkinan bertambah. Namun, hal itu masih akan melihat hasil selama proses penyidikan lebih lanjut yang dilakukan oleh pihaknya.

“Tapi, tidak menutup kemungkinan bertambah, menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya,” ujar Pandoe, Selasa (15/1/2019) malam.

Baca juga: Setelah OTT di BPPKAD, Kejari Gresik Tetapkan 1 Tersangka

Ia menuturkan, tersangka melakukan praktik pemotongan uang jasa insentif bagi para pegawai, yang dilakukan oleh tersangka di lingkup BPPKAD Pemkab Gresik, sesuai dengan jabatan dan golongan pegawai negeri sipil (PNS).

“Sebenarnya kasusnya itu adalah ada jasa insentif ke pegawai, mulai dari bawah sampai atas itu dilakukan pemotongan. Ada yang 10 persen, ada yang 20 persen, tergantung jabatan dan golongan,” ujar dia.

“Setelah itu, dikumpulkan ke oknum di BPPKAD. Dari yang kemarin yang ketemu itu sebesar Rp 537 juta, dan uang itu ternyata tidak bisa dipertanggungjawabkan, nanti di pengadilan seperti apa. Tapi yang jelas, tidak dapat dipertanggungjawabkan,” sebut Pandoe.

Baca juga: Tim Kejari Geledah Kantor BPPKAD Gresik, Sejumlah Pejabat Diamankan

Praktik tersebut dilakukan tersangka, dengan cara menghimpun dana jasa insentif yang sudah masuk ke dalam rekening masing-masing pegawai, yang kemudian dilakukan penarikan (pemotongan) dengan menyesuaikan jabatan dan golongan PNS.

“Dana itu sebenarnya sudah masuk ke rekening masing-masing (PNS), terus kemudian para pegawai itu menyetorkan uang. Pada saat kami melakukan OTT itu, mereka lagi berkumpul menyerahkan uang-uang hasil potongan,” beber dia.

Hanya saja, Pandoe belum dapat memastikan, sejak kapan praktik seperti itu dilakukan dan terjadi di lingkup BPPKAD Gresik. Sebab, pihaknya saat ini masih terus mendalami kasus tersebut lebih lanjut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Semak, Anak Menangis Ceritakan Perjuangan Korban Cari Nafkah

Ibu Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Semak, Anak Menangis Ceritakan Perjuangan Korban Cari Nafkah

Regional
Kenal di Medsos, Helfa Dibunuh Teman Kencan karena Menolak Berhubungan Badan, Ini Kronologinya

Kenal di Medsos, Helfa Dibunuh Teman Kencan karena Menolak Berhubungan Badan, Ini Kronologinya

Regional
Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Solo, Gibran-Teguh Nomor 1 dan Bajo Nomor 2

Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Solo, Gibran-Teguh Nomor 1 dan Bajo Nomor 2

Regional
Polisi Panggil Penyelenggara Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Tegal

Polisi Panggil Penyelenggara Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Tegal

Regional
Wakil Ketua DPRD Tegal Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi: Awalnya Izin Pakai Panggung Kecil, tetapi...

Wakil Ketua DPRD Tegal Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi: Awalnya Izin Pakai Panggung Kecil, tetapi...

Regional
Polda Babel Hentikan Kasus Dugaan Penipuan Bitcoin BTC Panda Senilai Rp 261,3 M

Polda Babel Hentikan Kasus Dugaan Penipuan Bitcoin BTC Panda Senilai Rp 261,3 M

Regional
Anggota DPRD Jadi Bandar Narkoba, Golkar Sebut Penentuan Calon Tanggung Jawab KPU

Anggota DPRD Jadi Bandar Narkoba, Golkar Sebut Penentuan Calon Tanggung Jawab KPU

Regional
'Saya Sudah Diwanti-wanti, Pak Gubernur di Wilayah Itu Kiri Kanan Sudah Positif Semua'

"Saya Sudah Diwanti-wanti, Pak Gubernur di Wilayah Itu Kiri Kanan Sudah Positif Semua"

Regional
Ugal-ugalan di Jalan Raya, Puluhan Anggota Klub Motor Trail Ditangkap

Ugal-ugalan di Jalan Raya, Puluhan Anggota Klub Motor Trail Ditangkap

Regional
Sempat Ditegur Mendagri, Cellica-Aep Hanya Bertiga Datang ke Acara Penetapan Nomor Urut

Sempat Ditegur Mendagri, Cellica-Aep Hanya Bertiga Datang ke Acara Penetapan Nomor Urut

Regional
Pemprov DIY Izinkan SMK dan Kampus Gelar Praktikum Tatap Muka

Pemprov DIY Izinkan SMK dan Kampus Gelar Praktikum Tatap Muka

Regional
Tekan Penyebaran Covid-19,  Ada Tim Pemburu Warga Tak Bermasker di Tasikmalaya

Tekan Penyebaran Covid-19, Ada Tim Pemburu Warga Tak Bermasker di Tasikmalaya

Regional
Ridwan Kamil Klaim Penanganan Covid-19 di Jabar Membaik, Luhut: Okupansi ICU di Jabodetabek Tinggi

Ridwan Kamil Klaim Penanganan Covid-19 di Jabar Membaik, Luhut: Okupansi ICU di Jabodetabek Tinggi

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 September 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 24 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 24 September 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X