Viral Tugu KB dengan Lambang Dua Jari Ditutup Terpal, Ini Faktanya

Kompas.com - 15/01/2019, 19:03 WIB
Sebuah prasasti Keluarga Berencana (KB) dengan lambang dua jari menjadi pembicaraan warga internet terletak di Jalan Raya Bantul, Km 5, Dusun Glondong, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta KOMPAS.com/MARKUS YUWONOSebuah prasasti Keluarga Berencana (KB) dengan lambang dua jari menjadi pembicaraan warga internet terletak di Jalan Raya Bantul, Km 5, Dusun Glondong, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta

YOGYAKARTA,KOMPAS.com-Sebuah Tugu Keluarga Berencana ( KB) dengan lambang dua jari menjadi pembicaraan warganet. Tugu yang terletak di Jalan Raya Bantul, Km 5, Dusun Glondong, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta sempat ditutup terpal.

Warganet beranggapan jika hal itu berkaitan dengan kontestasi politik dewasa ini. Akan tetapi, ternyata tugu ditutup karena takut rusak sebab baru saja dibangun.

Foto tugu yang ditutup itu diunggah ke media sosial oleh pemilik akun Ji'ih. Dalam unggahan tiga foto ke media sosial tersebut, pemilik akun menambahkan tulisan, "Simbol KB 2JARI di daerah Bantul projotamansari dipaksa tutup terpal. Setdaah...udeh kronis amat ame 2JARI, tuh patung kaga salah ape2 lo blongsongi pake terpal kaya buah nangka. Paraah coyy...". Unggahan itu juga diikuti emoticon tertawa.

Baca juga: Anies: Dua Jari Normalnya Pakai Telunjuk dan Jari Tengah

Sedangkan dalam tiga foto yang diunggah, pemilik akun Ji'ih juga memberi tulisan pada foto pertama dengan tambahan tulisan "2 jari", foto kedua diberi tambahan tulisan "karena dua jari, langsung ditutup dan pada gambar kedua, simbol dua jari ditutup dengan terpal warna oranya diberi tanda "lingkaran merah".

Bahkan akun Twitter @AkunTofa, me-retweet akun anak rantau yang membagikan postingan yang sama.

Dari penelusuran, Tugu KB berada di pintu masuk dusun. Salah satu warga yang berada di belakang tugu, Hascaryo mengatakan, apa yang diunggah oleh warganet ke media sosial sama sekali tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Warga yang rumahnya berada di sisi barat Tugu Keluarga Berencana ini pun menceritakan awal mula pembangunan Tugu Keluarga Berencana yang kemudian viral di media sosial.

"Yang menutup pak dukuh, awalnya karena masih baru dibangun dan kondisi cuaca waktu itu hujan ditutup menggunakan terpal, tetapi yang membuka saya tidak mengetahui,"katanya Selasa (15/1/2019)

"Penutupan Tugu KB itu tidak ada hubungannya dengan masalah politik, hanya untuk keamanan Tugu KB agar cepat kering. Beberapa hari lalu, KPU juga datang ke sini menanyakan hal sama. Saya jawab begitu, akhirnya mereka paham," ucapnya.

Kepada Dusun Glondong Yanto Eko Cahyono belum bisa dikonfirmasi. Ketika dicari di kediamannya, Yanto tak berada di rumah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X