Fakta Kasus Prostitusi "Online" 3 Gadis Model Foto di Madiun, Masih di Bawah Umur hingga Dapat Jatah Rp 500 Ribu

Kompas.com - 15/01/2019, 18:00 WIB
Dua penyidik reskrim Polres Madiun Kota menggeledah kamar hotel yang digunakan tempat prostitusi online, Selasa (14/1/2019). KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Dua penyidik reskrim Polres Madiun Kota menggeledah kamar hotel yang digunakan tempat prostitusi online, Selasa (14/1/2019).

KOMPAS.com - Polisi di Madiun berhasil membongkar praktik prostitusi online di sebuah hotel di Kota Madiun, pada hari Minggu (13/1/2019).

Tiga perempuan yang berprofesi model foto, seorang lelaku hidung belang dan mucikari diamankan petugas kepolisian. 

Penggerebekan polisi tersebut berawal dari penyelidikan polisi melalui media sosial, khususnya Facebook. Setelah penyelidikan, para tersangka mucikari diduga telah beroperasi sejak lama. 

Berikut ini fakta lengkap kasus prostitusi online di Madiun:

1. Polisi gerebek praktik prostitusi online di sebuah hotel 

Aparat Polres Madiun Kota menggeledah salah satu kamar di hotel Kartika Abadi di Jalan Pahlawan Kota Madiun setelah membongkar praktek prostitusi online yang melibatkan model foto dan anak dibawah umur, Minggu ( 13/1/2019) malamm. KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Aparat Polres Madiun Kota menggeledah salah satu kamar di hotel Kartika Abadi di Jalan Pahlawan Kota Madiun setelah membongkar praktek prostitusi online yang melibatkan model foto dan anak dibawah umur, Minggu ( 13/1/2019) malamm. 

Aparat Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun Kota mengamankan tiga model foto berinisial VT, EL, AN, dan pria hidung belang yang terlibat prostitusi online, di sebuah hotel di Kota Madiun.

Selain itu, penyidik tindak pidana tertentu Polres Madiun Kota juga menangkap satu mucikari.

"Kami juga menangkap lelaki berinisial GL yang menjadi mucikarinya," kata Kanit Tipiter Satreskrim Polres Madiun Kota Ipda Christian Tangketasik kepada wartawan, Minggu malam.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi praktik prostitusi online di media sosial.

Baca Juga: Polres Madiun Bongkar Prostitusi "Online" yang Libatkan Model Foto

2. Satu dari tiga model foto, masih di bawah umur

Ilustrasi prostitusi online.THINKSTOCK Ilustrasi prostitusi online.

Dari hasil pemeriksaan kepada tiga model foto, Christian mengatakan, satu di antaranya masih di bawah umur. Ketiga perempuan tersebut berkapasitas sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Polisi juga mengungkapkan, transaki yang dilakukan berawal dari media sosial Facebook.

"Jadi, mereka transaksinya melalui media sosial Facebook, " kata Christian.

Sebelum mengamankan tiga wanita bersama pria hidung belang, polisi menggeledah satu per satu kamar di hotel itu. Di hotel itu, polisi mengamankan dua model foto bersama dua pria hidung belang.

Baca Juga: Kapolda Jatim: Pekan Depan, 6 Artis yang Terlibat Prostitusi Online Diperiksa

3. Dua mucikari, CC dan AR ditetapkan menjadi tersangka

Ilustrasi penangkapanThink Stock Ilustrasi penangkapan

Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun Kota menetapkan dua mucikari, CC (23) dan AR (25), menjadi tersangka kasus prostitusi online.

Dua warga Kota Madiun itu ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi memeriksa tiga gadis model foto yang menjadi korban prostitusi online.

"Jadi sementara tersangka prostitusi online itu ada dua orang. Dua tersangka itu perannya sebagai mucikari berinisial CC dan AR," kata Kasubbag Humas Polresta Madiun AKP Ida Royani, Senin (14/1/2019).

Dua mucikari itu dijerat dengan tindak pidana perdagangan orang. Ancaman maksimal pidananya mencapai 15 tahun penjara.

Kendati sudah menetapkan dua mucikari sebagai tersangka, polisi terus mengembangkan penyidikan kasus tersebut.

Baca Juga: Dua Mucikari Gadis Model Foto di Madiun Jadi Tersangka

4. Diduga mucikari CC dan AR telah beroperasi lama

IlustrasiKOMPAS/HANDINING Ilustrasi

Berdasar hasil penyidikan Satreskrim Polres Madiun Kota, dua mucikari penjual gadis model foto telah lama beroperasi. Sebelum tertangkap di sebuah hotel, sebelumnya pernah menjual gadis model foto lainnya kepada pria hidung belang.

"Memang dua mucikari itu pernah melakukan hal yang sama. Tapi sekitar enam bulan lalu," kata Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono saat dihubungi Kompas.com, Selasa ( 15/1/2019) siang.

Suharyono mengatakan konsumen yang sering mencari gadis foto model pada dua mucikari masih kalangan orang biasa.

Dalam kasus ini, polisi baru menetapkan dua tersangka dalam kasus ini dan memeriksa lima saksi. Selain tiga wanita korban prostitusi, polisi juga memeriksa manajemen hotel.

Baca Juga: Mucikari Penjual Model Foto di Madiun Sebelumnya Pernah Jual Gadis Lainnya

5. Tersangka mucikari pasang tarif Rp 1 juta

Ilustrasi.Shutterstock Ilustrasi.

Hasil pemeriksaan dua tersangka mucikari menjelaskan, para tersangka memasang tarif untuk ketiga model foto tersebut sebesar Rp 1 juta per orang.

"Dari uang pembayaran Rp 1 juta, gadis yang menjadi korban prostitusi online hanya mendapatkan bagian Rp 500.000," kata Kasubag Humas Polres Madiun Kota, AKP Ida Royani kepada wartawan, Senin ( 14/1/2019) siang.

Ida mengatakan uang sisa Rp 500.000 dari prostitusi online dibagikan kepada dua pria yang berperan sebagai mucikari.

Dua mucikari berinisial CC (23) dan RR (25) saat ini sudah ditahan polisi untuk kepentingan penyidikan.

Ida menjelaskan, tarif Rp 1 juta tersebut untuk satu perempuan dengan durasi satu jam. Namun terkadang, tersangka memberikah jatah berbeda terhadap ketiga model foto tersebut.

"Untuk yang AN berusia 17 tahun dikasih bagian Rp 400.000. Sehingga, dari dua transaksi itu mucikari mendapatkan keuntungan Rp 1,1 juta," ungkap Ida.

Baca Juga: 3 Gadis Model Foto di Madiun "Dijual" Rp 1 Juta Per Orang

Sumber: KOMPAS.com (Muhlis Al Alwi)



Close Ads X